Murid Valentino Rossi Bakal Bikin Heboh MotoGP 2018, Ini Orangnya!

Franco Morbidelli

Franco Morbidelli

POJOKSUMUT.com, Empat rookie MotoGP 2018 bakal bersaing menggantikan peran Johann Zarco, yang musim lalu mencuri panggung di tengah persaingan para Alien (sebuat untuk rider top MotoGP). Satu di antara mereka, Franco Morbidelli, murid Valentino Rossi.

Tiga New Kids on The Block lainnya adalah pembalap Marc VDS-Honda Thomas Luthi (bakal satu tim dengan Morbidelli).

Kemudian seorang debutan asal Jepang Takaaki Nakagami yang bakal mengisi satu kursi lowong LCR-Honda. Terakhir adalah Xavier Simeon, yang seperti tiga pembalap sebelumnya adalah jebolan Moto2.

Marc VDS mengambil langkah berani yang cukup revolusioner. Mereka nekat melepas bintang muda berbakat asal Australia Jack Miller dan rekan satumnya, mantan juara Moto2 2014 Tito Rabat demi mendatangkan dua rider yang sejatinya rival bebuyutan di Moto2 2017.

Harus diakui bahwa langkah tersebut meniru keputusan berani tim satelit Yamaha, Tech3 yang juga merekrut dua rookie sekaligus musim lalu.

Tech 3 mendatangkan juara dua kali beruntun Moto2 Johann Zarco dan Jonas Folger pada musim 2017. Keputusan seperti ini memang tidak umum dilakukan di tim MotoGP.

Biasanya, guna keperluan pengembangan motor, pembalap rookie ditandem dengan yang pembalap senior. Karena pembalap senior lebih berpengalaman.

Tapi yang terjadi dengan Tech 3 pada musim 2017 justru mencengangkan. Persaingan perebutan rookie of the year didominasi Zarco dan Folger.

Folger hanya kalah bersaing karena sakit dan harus absen di empat seri terakhir MotoGP 2017. Sementara Zarco, tak hanya sukses meraih Rookie of The Year tapi juga Pembalap Satelit Terbaik 2017.

Rider Prancis itu juga menjadi momok bagi para Alien karena berkali-kali terlibat duel sengit di lintasan. Mimpi serta ambisi untuk menyamai capaian Tech 3 itulah yang menginspirasi Marc VDS.

Morbidelli sudah lebih dulu menjadi bintang besar di ajang Moto2 sebelum naik ke kelas para raja tahun ini. Pertama karena gaya balapnya yang sangat agresif mirip Zarco.

Kedua karena statusnya sebagai murid Valentino Rossi di akademi balap VR46. Musim 2018 ini menjadi momen di mana mimpi Morbidelli menjelma nyata. Pembalap 23 tahun itu akan membalap di lintasan yang sama dengan sang guru.

“Vale (Rossi) selalu menjadi guru bagi saya, dia sudah seperti paman. Saya mengenalnya sejak saya berumur 12 tahun dan telah belajar banyak darinya sebagai pribadi, profesional dan pembalap,” ucap Morbidelli.

Dia seperti menjadi tonggak kebangkitan pembalap Italia di dunia Grand Prix roda dua. Karena dialah yang menyumbangkan gelar juara dunia kepada Negeri Pizza itu semenjak Rossi pada 2009 silam.

Untuk diketahui, setelah Rossi merengkuh gelar juara MotoGP pada 2009 tidak ada lagi rider Italia yang membawa pulang trofi juara dari ajang Grand Prix. Kemenangan Morbidelli di Moto2 pada 2017 mengobati dahaga gelar itu.

Dari 18 balapan Moto2, rider berambut kribo tersebut memenangi delapan di antaranya. Ditambah empat podium, plus enam pole position, dan delapan kali fastest lap. ”Morbidelli akan menjadi ‘masalah’ di MotoGP,” kata Rossi mengingatkan.

Morbidelli bakal ditandem dengan Luthi yang finis runner up di klasemen akhir pembalap Moto2. Morbidelli dan Luthi bertarung sengit sepanjang musim Moto2 2017.

Di akhir musim Morbidelli unggul 65 poin dari Luthi. Pembalap Swiss tersebut gagal mememperkecil ketertinggalan karena absen di dua seri terakhir akibat cedera engkel.

Dengan menunggangi motor yang sama, yakni Honda RC213V, pertarungan Morbidelli kontra Luthi bakal menjadi tontotan tersendiri di MotoGP 2018. Luthi bisa dibilang sangat terlambat naik ke kelas MotoGP.

Pengalamannya di kelas intermediate sangat panjang. Dia mencatat rekor sebagai pembalap tertua yang menjadi debutan full time di MotoGP. Yakni 31 tahun. Meski begitu pengalaman panjangnya di dunia Grand Prix ikut membentuk mental bertarungnya.

“Saya percaya bahwa mereka (Nakagami dan Morbidelli) menginginkan itu (gelar Rookie of The Year MotoGP 2018). Saya juga menginginkan itu! Saya rasa kami berada di level yang sama,” kata Luthi perihal targetnya.

(jpg/sdf)



loading...

Feeds