Djarot Resmi Diusung PDIP di Pilgub Sumut, Begini Reaksi Edy Rahmayadi

Edy Rahmayadi 
foto : dok/pojoksumut

Edy Rahmayadi foto : dok/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, KEPUTUSAN PDIP Perjuangan mengusung Djarot Saiful Hidayat semakin meramaikan persaingan di Pilgub Sumatera Utara.

Satu diantaranya melihat peta persaingan di kubu Panglima Kostrad Letjen Edy Rahmayadi.

Edy yang mendengar hal ini memastikan tidak gentar.

Dia menegaskan, siap bersaing secara fair dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. “(Djarot) teman saya, fair dong nanti. Pasti ada yang menang dan kalah,” kata Edy di Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (4/1/2017).

Ketua Umum PSSI ini juga memuji sosok Djarot. Buat Edy, Djarot merupakan sosok yang hebat. Namun Edy yakin bersama calon wakil gubernur Sumut Musa Rajekshah akan lebih hebat dari Djarot. “Djarot bagus, hebat, mudah-mudahan kami lebih hebat,” tegas alumnus Akademi Militer 1985 itu.

Dia tidak mempersoalkan Djarot pernah menjadi gubernur DKI Jakarta. Edy mengatakan dia sendiri merupakan pemimpin di lingkungan TNI yang memimpin dari Sabang sampai Merauke. “Saya kan pimpin dari Sabang dari Merauke. Bidang pemerintahan ini nanti kami pelajari. Tapi, saya orang Sumut, insyaallah saya tahu Sumut,” ujarnya.

Karena itu, Edy mengaku tidak ada strategi khusus jika nanti Djarot benar-benar maju lewat partai berlambang banteng moncong putih. “Tidak ada, Djarot maju, kami sama-sama (bertarung),” katanya.

Sementara itu ada yang berbeda dari tampilan Edy Rahmayadi saat menghadiri acara Ikrar Pemenangan Kepala Daerah PKS di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (4/1/2017). Dia tampak tak mengenakan seragam dinas kebanggaannya, tapi justru memakai jas PKS.

Tentara kelahiran Sabang, 10 Maret 1961 itu tampak memakai jas PKS yang didominasi warna putih dengan kerah hitam. Edy juga memasang pin PKS di dada kirinya.

Peci juga terlihat menutupi kepala lulusan Akademi Militer 1985 yang akan meramaikan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) itu. Edy tampil bersama Musa Rajekshah yang menjadi pendamping tentara berlatar belakang infanteri itu di Pilgub Sumut.

Wartawan lantas mencegat Edy saat hendak menunaikan salat zuhur. Mantan Panglima Kodam I/Bukit Barisan itu tampak tenang dan santai meladeni pertanyaan awak media.

Menurut Edy, dirinya sudah mengajukan pengunduran diri dari dinas TNI sejak dua bulan lalu. “Insyaallah dalam waktu dekat saya sama-sama juga dengan kalian menjadi warga sipil,” katanya.

Dia juga menjelaskan niatnya maju di Pilgub Sumut. Pertama, suami Nawal Lubis itu mengaku sebagai orang Sumut. Kedua, Edy menganggap Sumut merupakan provinsi besar.

Tanpa ingin menyalahkan kondisi yang terjadi di Sumut sekarang, Edy berniat ingin memperbaiki segala sesuatunya. “Dengan kondisi saat ini, saya bukan menyalahkan yang lalu-lalu, maka saya ingin bergabung bersama rakyat untuk membangun Sumut,” ungkap Edy.(boy/jpnn/nin)



loading...

Feeds