Lapas Aceh Dibakar, Diduga Napi Tak Terima Rekannya Dipindah ke LP Sumut

Lapas Aceh yang terbakar, Kamis (4/1/2018)

Lapas Aceh yang terbakar, Kamis (4/1/2018)

POJOKSUMUT.com, ACEH-Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Aceh mendadak penuh jeritan dan histeris, Kamis (4/1/2018). Ini dipicu kerusuhan para penghuni Lapas dan narapidana dikabarkan membakar dari dalam, sekira pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan informasi, kerusuhan itu diduga akibat pemindahan tiga napi tiga napi ke LP Sumatera Utara karena sering mengajukan izin keluar tahanan.

Para napi lainnya lantas tak terima dan melakukan perlawanan hingga memicu kerusuhan. Selanjutnya, napi mulai melemparkan batu dari arah LP.

Aparat dari Polresta Banda Aceh kemudian mengerahkan personelnya untuk mengamankan situasi.

Bukannya mereda, situasi semakin parah.

Para napi dikabarkan sampai menguasai ruangan administrasi dan membakar sejumlah barang-barang di dalam LP.

Enam mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang muncul dari beberapa ruangan.

Melalui akun twitter resminya, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI memberikan penjelasannya.

“Siang ini terjadi kebakaran di LP Lambaro Provinsi Aceh, pihak kami sedang lakukan tindakan pemadaman api dan evakuasi para narapidana,” cuitnya.

Selanjutnya, Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Aceh, kepolisian daerah dan dinas terkait lainnya sedang menangani musibah ini agar tidak memakan korban jiwa.

Baik dari para petugas maupun para narapidana di LP tersebut.

Meski begitu, tidak dijelaskan penyebab dan kronologis peristiwa tersebut terjadi.

“Rilis resmi terkait penyebab dan penanganan musibah ini akan terus kami update melalui akun twitter resmi ini,” lanjutnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data, Lapas Klas II A Aceh saat ini dihuni sekitar 500an napi dan tahanan.

“Penghuni LP Banda Aceh Kelas IIA per tanggal 4 Januari 2018 adalah 548 orang,” katanya.

Sampai akhirnya, ketegangan dan kerusuhan di Lapas Aceh bisa diredam dan dikendalikan.

“Alhamdulillah, saat ini kondisi lapas sudah dapat dikendalikan oleh Polisi dan TNI dibantu oleh pegawai lapas dan pegawai dari kanwil kumham Prov Aceh,” tegasnya. (ruh/pojoksatu)



loading...

Feeds