Pelaku Pembantaian di Kapal Wira Itu Terlibat Kasus Pembunuhan di Tahun yang Sama

Proses evakuasi para korban dari kapal Wira.
Foto : Newtapanuli/jpg

Proses evakuasi para korban dari kapal Wira. Foto : Newtapanuli/jpg

POJOKSUMUT.com, POLRES Nias Selatan tetap meyakini pelaku pembantaian tiga orang di Kapal Wira Glory jurusan Sibolga-Nias, Rabu (29/12/2017) lalu adalah Demazatulo Laia (56) yang juga ditemukan tewas di lokasi.

Bahkan, pihak kepolisian mengungkapkan ternyata sebelumnya juga sudah melakukan pembunuhan. Pada Maret 2017, dia juga ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan di Nias Selatan.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Nias Selatan AKP A Tarigan. “Betul, dia salah satu pelaku (pembunuhan Maret 2017),” ujarnya seperti dilansir New Tapanuli (Jawa Pos Group).

Dia menerangkan, satu rekan Demazatulo yang turut terlibat dalam kasus pembunuhan di Nias Selatan tersebut telah divonis dan menjalani hukuman terlebih dahulu.

Sedangkan untuk Demazatulo, pihaknya akan segera menghentikan penyidikan karena yang bersangkutan telah meninggal dunia. “Yang ini (Demazatulo) akan kita SP3, karena dia meninggal,” pungkasnya.

Informasi dihimpun New Tapanuli, kasus tersebut terjadi sekitar Maret 2017. Berawal dari perselisihan batas tanah antara korban dengan keluarga Demazatulo. Diduga pelaku pembunuhan tersebut berjumlah 10 orang, termasuk Demazatulo.

Satu dari pelaku telah menyerahkan diri. Bahkan, dia menyatakan diri sebagai satu-satunya pelaku pembunuhan.

Namun, pihak Polres Nias Selatan tidak menerima begitu saja pernyataan tersangka yang menyerahkan diri tersebut. Berdasarkan keterangan para saksi, pelaku lebih dari 1 orang. Sehingga pihak kepolisian melakukan pengembangan dan akhirnya menetapkan Demazatulo sebagai salah satu pelaku yang akan segera ditahan.

Penahanan Demazatulo ditunda karena yang bersangkutan dan 8 pelaku lainnya pergi merantau ke luar Pulau Nias. Dan, keberadaan Demazatulo di kapal berdarah tersebut, hendak pulang ke kampung halamannya merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga. Saat itu, pihak kepolisian telah menanti kedatangan Demazatulo. Rencananya, Demazatulo akan segera diserahkan ke pihak kejaksaan dan selanjutnya menjalani persidangan.

Sebelumnya, peristiwa sadis dan pertumpahan darah terjadi di atas kapal jurusan Sibolga-Nias, Rabu (20/12) sekira pukul 00.30 WIB. Di tengah malam yang mencekam itu, tiga orang tewas mengenaskan. Dan, satu diantaranya diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Pelaku diduga ini membantai 3 orang, yaitu Peringatan Nduru (25), Anugrah Zebua (25) dan Odalige Harefa (50). Dua nama pertama tewas mengenaskan, sedangkan nama terakhir berhasil selamat walau mengalami luka tusuk yang cukup parah.

Belum diketahui pasti siapa lawan pelaku bertengkar. Belakangan, pihak keluarga diduga pelaku mengungkapkan kecurigaan bahwa bukan Demazatulo pembunuhnya. Mereka menyebut sebelum aksi sadis itu, pelaku sempat menelepon istrinya menyebutkannya dirinya berada dalam kapal dan dalam bahaya. (ts/ara/nt/jpg/nin)



loading...

Feeds