Diburu! Terduga Pembunuh Rosdelina Halolo Dicari Hingga ke Hutan

Anak korban menangis saat jenazah ibunya dimasukkan ke peti mati.
Foto : metro siantar/jpg

Anak korban menangis saat jenazah ibunya dimasukkan ke peti mati. Foto : metro siantar/jpg

POJOKSUMUT.com, TANGIS pecah dari keuarga Rosdelina Haloho, korban pembunuhan yang diduga dilakukan teman priannya saat jenazah disemayamkan di Lods Nagori Purba Tongah Kecamatan Pura, Selasa (9/1/2018). Air mata anak dan keluarga korban tak terbendung.

Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di Kelurahan Sondi Raya Kecamatan Raya, tepat di samping almarhum suaminya bermarga Sumbayak.

Siang hari sekira pukul 13.00 WIB kemarin, keluarga masih menunggu kedatangan putri pertama korban yang sedang di perjalanan dari Batam menuju rumah duka.

Dua putra korban yang sudah tiba, tampak menangis seakan tidak percaya atas kepergian ibunda mereka dengan cara yang sangat mengenaskan.

Citra Sumbayak adalah putri pertama korban tinggal di pulau Batam dan sudah berkeluarga, Candra Sumbayak putra nomor dua masih lajang tinggal di Pekanbaru, dan sibungsu Doni Sumbayak hadir dalam pengawasan pihak kepolisian dan Pegawai Lapas Kelas 2B Pematangsiantar karena sedang menjalani masa tahanan tersangkut kasus narkoba dua tahun silam.

Sementara pihak kepolisian masih mencari Jasalmon Simarmata yang selama ini tinggal bersama korban. Aparat kepolisian dihadapkan pada medan yang cukup sulit, dimana petugas harus keluar-masuk hutan dan tebing-tebing terjal. Namun upaya pencarian masih belum berhasil.

Pantauan wartawan, lokasi pencarian diperluas sampai ke daerah hutan di pesisir Haranggaol Horisan.

Kapolsek Purba AKP R Turnip menerangkan, personel Polsek Purba bekerjasama dengan Sat Reskrim Polres Simalungun didampingi berjumlah sekitar 35 orang dibantu oleh Pangulu Nagori Purba beserta masyarakat setempat masih terus mencari Jasalmon Simarmata.

Sebelumnya diberitakan, Rosdelina Haloho (51) ditemukan bersimbah darah di rumah milik Jasalmon Simarmata. Jeritannya membuat warga yang sedang melintas terkejut dan berdatangan. Rumah yang terkunci dari dalam tersebut didobrak, Rosdelina ditemukan penuh luka bacokan di sekujur tubuh.

Ketenangan warga Nagori Pematang Purba Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun, Minggu (7/1) sekira Pukul 19.00 WIB terpecah setelah jeritan minta tolong dari rumah yang ditempati Rosdelina Haloho dan Jasalmon Simarmata. Pasangan yang diduga sebagai kekasih ini diketahui tinggal bersama sejak setahun lalu, tanpa diikat hubungan secara resmi baik secara adat, maupun agama.

Hotben Purba bersama beberapa warga yang mendengar jeritan langsung mendatangi rumah yang dalam keadaan tertutup itu.

Jeritan berkali-kali dari dalam rumah membuat warga mencoba membuka pintu yang terkunci dari dalam rumah. Akhirnya dengan dibantu warga yang lain, Hotben pun berhasil masuk ke dalam rumah dengan cara mendobrak pintu. Alangkah terkejutnya, Hotben dan para warga lainnya saat melihat dan mendapati Rosdelina sudah dalam keadaan tergeletak di atas tikar yang terbentang di lantai dengan kondisi wajah penuh luka dan darah nyaris menggenangi tikar tersebut.

Salah seorang kerabat korban Agian Haloho(53) yang merupakan abang kandung korban mengatakan, hubungan antara korban dan Jasalmon Simarmata (58) sudah berlangsung hampir satu tahun.

“Kalau tidak salah ingat hubungan mereka mulai bulan tiga tahun 2017 yang lalu, kami keluarga sudah coba melarangnya tapi korban nampaknya tidak menggubris larangan kami. Lalu kami sarankan kalaupun memang harus lanjut hubungan mereka itu, seharusnya dilakukan secara semestinya, supaya diberkati secara gereja dan diadati di tengah masyarakat, supaya jangan jadi cibiran orang-orang,” terangnya.

Agian menambahkan, korban merupakan janda yang ditinggal mati oleh suami pertamanya beberapa tahun yang lalu karena sakit. Dari suami pertamanya tersebut korban memiliki 1 putri dan 2 orang anak laki-laki, sementara Jasalmon Simarmata merupakan duda yang juga ditinggal mati istri pertamanya dulu juga karena suatu penyakit, mempunyai 6 orang anak yang sudah dewasa dan menikah.

Agian menjelaskan sudah hampir satu tahun korban dan Jasalmon Simarmata tinggal serumah di rumah Jasalmon Simarmata yang merupakan tempat korban ditemukan.

Abang korban berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya atas perbuatannya menghilangkan nyawa adik perempuannya tersebut. (sug/esa/ms/jpg)



loading...

Feeds