Dokter dan Mantan Pengacara Setnov Tersangka

Setya Novanto
Foto : Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Setya Novanto Foto : Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Tim penyidik KPK menetapkan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi sebagai tersangka. Dia diduga merintangi penyidikan dalam penanganan perkara kasus dugaan korupsi tersangka Setya Novanto.

Fredrich diduga berupaya merintangi penyidikan dengan cara mengatur skenario kecelakaan hingga sakit yang dialami Setya Novanto saat itu. Hal ini dilakukan Fredrich bersama pihak lain. Padahal Setnov akan ditangkap tim penyidik usai beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan.

Atas dugaan perbuatan yang dilakukan Fredrich, dia diancam dengan Pasal 21 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Pidana

Dan tak hanya Fredrich, KPK juga menetapkan tersangka kepada dokter Setnov, dr Bimanesh Sutarjo. Bahkan KPK mengajukan permohonan pencegahan ke luar negeri ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham.

“Surat pencegahan untuk bepergian keluar negeri telah dikirimkan oleh KPK kepada Ditjen Imigrasi,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, dalam konferensi pers di kantor KPK Rabu (10/1/2017) petang.

Bimanesh kata Basaria, dicegah bepergian selama 6 bulan ke depan sejak 8 Januari 2018 atas. “Yang bersangkutan dicegah dalam kapasitas sebagai tersangka,” jelasnya. Pencegahan dilakukan, agar sewaktu-waktu keterangannya dibutuhkan, Bimanesh sedang tidak berada di luar negeri.

Sebelumnya, terkait pencegahan, KPK juga melayangkan surat permohonan pencegahan ke beberapa orang. Mereka antara lain, mantan pengacara Novanto Fredrich Yunadi, mantan Jurnalis Metro TV Muhammad Hilman Mattauch, Reza Pahlevi (Polri) dan Achmad Rudyansyah.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi sebagai tersangka. Selain Fredrich, penyidik juga menetapkan dr. Bhimanes Sutarjo sebagai tersangka kasus dugaan mencegah, merintangi atau menggagalkan seacra langsung atau tidak langsung, penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP tahun 2011-2013 atas nama tersangka Setya Novanto.

“KPK meningkatkan status penanganan kasus perkara tersebut, sejalan dengan penetapan dua orang tersebut sebagai tersangka, “ terang Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/01) petang.

Menurutnya, penetapan tersangka ini dilakukan, pasalnya baik Fredrich maupun Bhimanes berupaya merekayasa sakit yang dialami Novanto, pasca insiden kecelakaan yang dialami Novanto pada Kamis (16/11/2017).

Atas perbuatannya, baik Fredrich maupun Bhimanes, disangka melanggar Pasal 21 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Pidana.

Sementara itu, atasa pasal yang disangkakan, keduanya terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. (wnd/ce1/JPC) ipp/JPC)



loading...

Feeds

Monyet Bakal Seret Chris Brown ke Penjara

Kejadian tak menyenangkan bermula ketika Chris mengunggah hewan peliharaannya tersebut dalam akun intagramnya. Dia memperlihatkan kebersamaan sang anak dengan capuchin.