Tekan Laju Inflasi Sumut, 1.000 Ton Beras Medium Digelontorkan ke Pasar Tradisional

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay


POJOKSUMUT.com, MEDAN-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara (Sumut) bersama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumut menggelontorkan sedikitnya 1.000 ton beras medium ke Pasar Tradisional.

Penyaluran 1.000 ton beras tersebut dalam rangka operasi pasar cadangan beras pemerintah (CBP).

Kepala Bulog Divre Sumut Benhur Ngkaimi mengatakan, penyaluran 1.000 ton beras ini diharapkan bisa menekan kenaikan harga di pasaran. Selain itu, andil beras terhadap inflasi turun. Walaupun tak bisa turun siginifikan tetapi minimal sama dengan tahun lalu, karena sudah menjadi target yang harus dilaksanakan.

“Operasi pasar sudah dimulai sejak minggu kedua Desember lalu sampai sekarang. Untuk hari ini (kemarin) kurang lebih 1.000 ton beras medium disalurkan ke seluruh pasar yang ada di Sumut. Secara keseluruhan dengan ditambah 1.000 ton penyaluran hari ini, maka Bulog telah menyalurkan sebanyak 5.000 ton,” katanya, Jumat (12/1/2018).

Dia menyatakan, harga jual beras sesuai perintah menteri perdagangan adalah Rp9.850. Harga tersebut Rp100 lebih rendah di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Operasi pasar ini kita jadikan sebagai contoh. Harapannya harga beras medium di Sumut bisa mencapai Rp9.000 hingga Rp9.500,” tuturnya.

Ia menambahkan, selain beras operasi pasar dengan harga murah ini juga dilakukan terhadap sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Seperti, gula pasir Rp12.500 per kg, minyak goreng curah Rp11.000 per kg, bawang putih dan bawang merah.

Lebih lanjut dia menyebutkan, operasi pasar beras ini tidak hanya dilakukan di Medan. Melainkan, pada 100 kabupaten/kota lainnya di seluruh provinsi Indonesia.

“Kami minta penyalur memberikan data, semua stok dan gudang-gudang. Sehingga, operasi ini dapat berjalan lancar,” tandasnya.

Untuk diketahui, inflasi Sumut pada Desember 2017 tercatat sebesar 0,70 persen (mtm). Angka inflasi itu meningkat dibanding bulan sebelumnya 0,42 persen (mtm).

Meningkatkanya angka inflasi Desember tersebut, salah satunya dipengaruhi oleh gangguan produksi khususnya beras. Komoditas beras memberikan andil sebesar 0,16 persen. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds