Terlibat Perampokan, Dua Pelajar SMA Medan Ditangkap Polisi

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Petugas Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia meringkus dua pelajar SMA lantaran terlibat perampokan sepeda motor, di seputaran Jalan Kamboja 9 Perumnas Helvetia Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Kedua pelajar itu berinisial JM (17) dan RM (17), warga Jalan Karya 7 Ujung Kecamatan Medan Sunggal. Mereka beraksi bersama empat orang pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran.

Informasi dihimpun Jumat (12/1/2018), aksi kedua pelajar bersama empat rekannya dilakukan pada kemarin siang pukul 12.30 WIB. Semula para pelaku melintas di seputaran di Jalan Kamboja dan ketemu dengan korbannya seorang pemuda bernama Rinaldi Butar-butar yang mengendarai sepeda motor BK 2510 AHK Honda Beat.

Memanfaatkan kondisi jalanan yang sepi, para pelaku langsung memepet dan menyuruh berhenti. Modus pelaku menuduh korban sebagai orang yang menabrak adiknya.

Pelaku juga mengancam korban dengan mengunakan balok broti. Lantaran korban takut, pelaku langsung merampas sepeda motornya.

Selain itu, korban disuruh naik sepeda motor yang dikendarai oleh pelaku J dan diapit oleh H. Sedangkan panggilan Lek membawa kenderaannya sendiri.

Pada saat pelaku J melakukan aksinya oleh RM CS dengan mengendarai becak ikut menghalangi agar korban tidak melarikan. Kemudian korban ditinggalkan di tepi jalan.

Dengan kejadian tersebut, korban langsung membuat pengaduan ke mako Polsek Helvetia dengan nomor laporan polisi No.Pol : LP/ 16 / I/ 2018.

Korban menceritakan ciri-ciri kawanan pelaku yang disenyalir sudah berulang kali melakukan aksi tindak kejahatan di Kota Medan maupun wilayah hukum Polsek Medan Helvetia.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Trila Murni mengatakan, terungkapnya kasus perampokan yang dilakukan pelajar ini bersama teman temannya, dengan ada laporan korban, earga Jl Pabrik Tenun Lorong Nauli Kel Sei Putih Timur Kec Medan Petisah.

“Kita lakukan pemeriksaan terhadap korban dan mengetahui ciri-ciri para pelaku. Personil langsung kita perintahkan melakukan pengejaran, hingga meringkus dua pelakunya dan dilakukan pemeriksaan secara intensif,” sebut Trila.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap kedua pelajar tersebut, lanjut Trila, saat melakukan aksinya menggunakan becak bermotor menghalangi perjalanan korban. Sementara rekan-rekannya dengan mudah beraksi mengambil sepeda motor korban.

Setelah mereka membawa kabur sepeda motor korban, langsung dijual dan mereka menerima uang hasil curian tersebut sebesar Rp300.000.

“Kita masih dalam lagi kasusnya dan sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang belum tertangkap,” tukas Trila. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds