Dikepung Hingga Pagi, Pembunuh Rosdelia Dibekuk, Ternyata Memang Kekasihnya

Polisi berhasil membekuk pembunuh janda yang juga pasangan kumpul kebonya.
Foto : New Tapanuli

Polisi berhasil membekuk pembunuh janda yang juga pasangan kumpul kebonya. Foto : New Tapanuli

POJOKSUMUT.com, SIMALUNGUN-Upaya kepolisian membekuk pelaku pembunuhan Rosdelina Haloho berbuah manis. Seperti dugaan sebelumnya, pelakunya adalah JS, kekasih korban. Dia mengaku jengkel dan cemburu karena korban sering bertandang ke rumah tetangga hingga akhirnya perbuatan keji itu ia lakukan.

Pasca peristiwa tragis yang terjadi Minggu (7/1), JS (58) yang merupakan warga Nagori (Desa) Pematang Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun ini melarikan diri ke hutan dekat kampung mereka. Polisi dan masyarakat terus melakukan pencarian. Dalam pelariannya, diduga korban mengandalkan buah dan sayur mentah yang diperoleh dari ladang warga untuk menyambung hidupnya. Jejak bekas buah dan sayur dipetik itulah yang digunakan warga sebagai petunjuk keberadaan korban.

Akhirnya, Kamis (11/1/2017) malam korban dikepung hingga pagi sekira pukul 08.30 WIB. JS diringkus tanpa perlawanan dengan tubuh lemas akibat kelaparan. Penangkapan pelaku hanya sekitar 200 meter dari rumah tempat kejadian perkara.

Personel Polsek Purba bersama Pangulu Nagori Pematang Purba Marison Sipayung Purba dan masyarakat menggelandangnya ke komando.

Kondisi medan yang sulit menjadi penyebab sulitnya pihak kepolisian menemukan pelaku. Hutan belantara dan terdapat tebing curam pada tiap sisi, selebihnya merupakan hamparan ilalang dan perladangan masyarakat setempat, menjadi tempat pelarian pelaku.
Dua kali pelaku sempat terlihat warga dan polisi, bahkan tembakan peringatan tak membuat pria yang sudah menikah secara resmi dua kali ini tidak menyerah. Diketahui, istri pertamanya meninggal dunia karena sakit, kemudian JS menikah kembali dengan istri kedua dan diketahui hubungannya mereka tidak harmonis. Kemudian sebelum bertemu Rosdelina dan tinggal bersama selama hampir setahun, JS pernah tinggal bersama seorang wanita lain.

*Jengkel dan Cemburu

Pengakuan JS di Polsek Purba, Minggu (7/1) usai ibadah di gereja sekira pukul 12.00 WIB, JS pergi ke warung Sabes Lingga. Dia pergi ibadah sendiri sementara istrinya tinggal di rumah. Saat di warung Jatton Turnip, rekannya menyampaikan informasi bahwa istrinya berada di rumah Boru Nainggolan. Bersama Jatton Turnip, JS pergi ke rumah Boru Nainggolan serta bertemu korban bersama Boru Nainggolan dan Anto Lingga bersama istrinya, serta 2 orang lain di dalam kamar.

Oleh Jatton, JS dan keempat orang di dalam rumah diajak memanggang ikan dan daging. Sekitar Pukul 17.00 WIB, JS bersama istrinya kembali ke rumahnya. Mereka diantar Edi Sipayung dengan mengendarai sepedamotor. Saat tiba di rumah, Edi Sipayung menasehati korban karena karena tidak memberitahukan suaminya pergi ke rumah Boru Nainggolan, sementara handphone ketika dihubungi tidak diangkat. Korban ternyata beranggapan itu tidak masalah. JS menasehati korban agar jika pergi, permisi kepadanya.

“Kalau aku yang berbuat begitu, bagaimana perasaanmu,”kata JS.

Pertengkaran pun terjadi dan korban berencana pergi ke luar rumah. Saat bergegas ke luar rumah sambil menyandang tas, pelaku beranjak ke dapur mengambil sebilah parang dan menghampiri korban. Awalnya pelaku meletakkan parang di sampingnya. Namun saat korban nekat hendak ke luar rumah, JS langsung membacok kepala bagian belakang korban dan menyusul membacok wajah dan tangan serta perutnya. Korban pun sekarat. JS melarikan diri dari pintu belakang rumah serta melarikan diri ke hutan.
Berencana Nikah Massal

Pangulu Nagori Pamatang Purba Marison Sipayung menceritakan, pelaku dan korban sudah mendaftarkan dirinya ke gereja setempat.

“Sekarang sudah masuk anggota persiapan di gereja dan rencananya akan ikut program nikah massal bulan Maret nanti, apa boleh buat, mungkin tidak jodoh,”terangnya.

Sementara Kapolsek Purba AKP R Turnip menerangkan motif pelaku melakukan penganiayaan hingga berujung kematian korban karena jengkel dan cemburu terhadap korban. Dimana pada malam-malam sebelumnya korban sering tidak berada di rumah karena bertandang ke rumah kawannya, yang berada di kampung yang sama.



loading...

Feeds