Tegas! Polrestabes Medan Ultimatum Tembak di Tempat Pelaku Bentrok Sopir Angkot dan Driver Online

Ricuh yang terjadi di Simpang pos.
Foto : youtube

Ricuh yang terjadi di Simpang pos. Foto : youtube

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Bentrokan antar driver angkutan online dan konvensional atau angkot dikabarkan berlanjut di kawasan Simpang Pos Jalan Djamin Ginting Kecamatan Medan Johor, Sabtu (13/1/2018) sore tadi.

Terkait kabar insiden itu, Polrestabes Medan mengambil sikap tegas. Para pelakunya pasti ditangkap. Bahkan, jika melakukan perlawanan akan diberikan tindakan terukur kepada mereka.

“Jika bentrokan antar mereka sampai merugikan masyarakat, maka tembak! Kita tidak main-main, saya yang bertanggung jawab,” kata Wakil Kapolrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan seusai memimpin rapat yang dihadiri Diskominfo dan Dishub Kota Medan, Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Medan, sejumlah pengusaha angkutan konvensional, Keluarga Besar Supir/Pemilik Angkutan Kota (KESPER), serta perwakilan Gocar dan Grab, di Mapolrestabes Medan.

Rapat digelar menyusul terjadinya bentrokan antara supir angkutan kota dengan driver Gojek dan Grab di kawasan Simpang Pos, Medan, Jumat malam (12/1/2018).

Bentrokan yang sempat menimbulkan kemacetan tersebut dikatakan berawal dari aksi saling bersenggolan antara Gojek dengan angkot.

Berkat pertemuan tersebut berhasil disusun sejumlah kesepakatan antara perwakilan driver online dengan konvensional, yang intinya adalah menghindari terulangnya bentrokan atau perselisihan antara kedua belah pihak. Masing-masing perwakilan institusi atau organisasi membubuhkan tanda tangan di atas naskah kesepakatan.

“Saya percaya kesepakatan ini akan efektif dijalankan para pihak yang menandatangani, sehingga bentrokan tidak akan terjadi lagi. Mereka semua adalah saudara-saudara saya,” kata Tatan.



loading...

Feeds