Usai Tantang Islandia, Begini Kondisi Stadion GBK

Pertandingan Tim Indonesia Selection lawan Timnas Islandia, Kamis (11/1/2018) malam.

Pertandingan Tim Indonesia Selection lawan Timnas Islandia, Kamis (11/1/2018) malam.

POJOKSUMUT.com, Laga persahabatan Timnas Indonesia kontra Islandia Minggu (14/1) malam menyisakan kejadian yang bikin geleng-geleng kepala.

Kursi Stadion Utama Gelora Bung Karno rusak akibat ulah suporter tak bertanggung jawab.

Foto-foto aksi tidak tertib sejumlah penonton yang duduk di sandaran serta menginjak bagian yang harusnya untuk duduk, viral usai pertandingan berakhir.

Tentu miris rasanya. Mengingat, renovasi stadion tersebut menelan biaya ratusan miliar rupiah.

Netizen juga semakin marah ketika foto-foto itu menunjukkansebuah kursi merah yang patah. ”Norak banget yang nonton kakinya diatas bangku. Dikira warteg kali ya,” seru akun @dwiokiriyanto di instagram.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto, membenarkan memang ada penonton bandel yang duduk tidak tertib.

Dia juga menanggapi satu foto yang memperlihatkan empat orang penonton berdiri di atas kursi kuning dengan tiga kursi di sebelahnya yang patah.

”Itu hoaks bukan terjadi di SUGBK. Kursinya tidak seperti itu. Untuk yang kursi merah memang itu di SUGBK,” ucapnya.
Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan inspeksi. Ada sebagian kecil dudukan kursi lepas akibat baut yang kendur sehingga lepas. ”Kalau rusak parah karena penonton belum ada,” imbuhnya.

Winarto menegaskan akan memperketat regulasi untuk penonton di laga-laga ke depan.

Dia menilai laga timnas tadi malam menjadi uji coba untuk menampung dan melihat perilaku penonton saat pertandingan. Momen tersebut tentu akan menjadi bahan evaluasi bagi PPK GBK.

Winarto memastikan kerusakan yang ada tidak signifikan. Proses perbaikan akan langsung dilakukan setelah pemeriksaan selesai seluruhnya.

Menurutnya, pembenahan yang dilakukan pihak kontraktor tidak akan amengganggu kesiapan SUGBK sebagai main venue Asian Games 2018.

Menpora, Imam Nahrawi sebagai pemangku kebijakan olahraga nasional turut menyoroti vandalisme yang terjadi di SUGBK pada minggu malam. “Pertama tolong cek lagi, bener terjadi gak,” sebutnya.

Masalah tersebut menjadi ancaman dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 Agustus mendatang. Sebab, secara teknis mereka membutuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih bijak saat ke SUGBK.

”Ini sudah zaman now yang foto bisa ketauan oleh temannya dan di post, tolong berubahlah,” terangnya.

Imam menyarankan pengelolaan nantinya bisa lebih baik lagi. Adanya teknologi face recognition seharusnya sudah bisa diberlakukan, termasuk yang tertangkap kamera melakukan vandalisme bisa diberikan opsi di-blacklist tidak boleh masuk GBK lagi.
(nap/jpg/sdf)



loading...

Feeds