Wagub : Kasus Siswa Ilegal di Medan Ditentukan 23 Januari 2018

Para siswa ilegal SMA Negeri 2 Medan geruduk Kantor Gubsu selasa (16/1/2018). 
foto : medaninfo88

Para siswa ilegal SMA Negeri 2 Medan geruduk Kantor Gubsu selasa (16/1/2018). foto : medaninfo88

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Setelah berdialog selama beberapa jam, perwakilan orangtua dan siswa ilegal asal SMA Negeri 2 Medan akhirya bertemu dengan Wakil Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung, Selasa (16/1/2018).

Perwakilan siswa ilegal yang merupakan aktivis perlindungan anak, Arist Merdeka Sirait berdialog dengan Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung.

Dialog keduanya menghasilkan suatu keputusan, yakni menggelar pertemuan lebih lanjut antara siswa ilegal dengan Pemprov Sumut. Pertemuan tersebut rencananya akan digelar di Kantor Gubernur Sumut pada Selasa (23/1/2018) mendatang.

Arist mengatakan, para siswa akan diberi kesempatan menyampaikan keluh kesahnya pada pertemuan nanti.

“Jadi, tanggal 23 Januari nanti akan ada solusi termasuk mendengarkan aspirasi siswa. Persoalan ini bagian dari hak-hak anak dan itu kesepakatan kita,” kata Arist.

Sementara, Nurhajizah membenarkan pernyataan Arist, bahwa pihaknya bersedia berkomunikasi dengan para siswa pada pertemuan yang direncanakan itu.

Sebelumnya, puluhan orangtua siswa ilegal bersama anaknya mendadak mendatangi Kantor Gubernur Sumut (Gubsu) di Jalan Diponegoro, Medan. Para orangtua dan siswa dari SMA Negeri 2 Medan ini meminta kejelasan nasib mereka.

“Kedatangan kami untuk memprotes kebijakan Pemprov Sumut, yang tidak menerima anak kami masuk ke sekolah negeri (tanpa melalui jalur PPDB Online). Anak kami sudah berbulan-bulan tidak sekolah,” ujar salah satu orangtua murid mengaku bernama Dewi.

Diutarakannya, selain nasib tak jelas, anaknya dan siswa ilegal lainnya tidak mendapatkan raport di Semester I. Bahkan, mereka juga sering diejek oleh kakak kelasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds