Ditetapkan Tersangka, Ustadz Zulkifli Ali Minta Penyidik Bertindak Independen

Ustadz Zulkifli 
foto : Instagram Syekrasyid

Ustadz Zulkifli foto : Instagram Syekrasyid

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Ustadz Zulkifli Muhammad Ali memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kamis (18/1/2018). Dia hadir sekira pukul 13.30 WIB.

Ustadz Zulkifli pun tak habis pikir atas status hukum yang disandangnya.

Zulkifli yang disebut sebagai ustadz akhir zaman, itu mengaku bingung mengapa bisa ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian. Padahal, menurutnya, apa yang disampaikan sesuai hadits nabi.

“Apabila tentang pembahasan akhir zaman ini, maka hadits-hadits nabi lah sebagai panduannya,” kata Zulkifli di Dittipid Siber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Zulkifli menganggap, penyampaiannya tersebut sesuai dengan sumber Alquran. Jadi, kata dia, hal aneh apabila dianggap sebagai ujaran kebencian.

“Kalau itu dianggap sebagai ujaran kebencian dan sebagainya, maka Demi Allah sangat banyak ayat-ayat Alquran yang harus kita hapus dan sangat banyak hadits nabi yang kita tiadakan,” papar Zulkifli.

Lebih jauh, Zulkifli berharap penyidik dapat bertindak independen dari apa yang disangkakannya tersebut.

Sebelumnya, Dittipid Siber Bareskrim Polri telah menetapkan Ustad Zulkifli Muhammad Ali sebagai tersangka, penetapan itu berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/1240/XI/2017/Bareskrim, tanggal 21 November 2017.

Kemudian ditindaklanjuti oleh Kanit III Subdit II Bagian Penindakan Siber Bareskrim Polri, AKBP Irwansyah, bahwa penetapan tersangka itu berdasarkan hasil dari penyidikan yang dilakukan oleh timnya, atas terbitnya Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/73/1/2018/Dittipidsiber, tanggal 3 Januari 2018.

Pada kasus ini, Zulkifli diduga telah melakukan ujaran kebencian yang berbau SARA dan memprovokasi, saat memberikan ceramah di salah satu masjid di Jakarta. Lalu ceramah itu sempat menjadi viral di media sosial. Dalam ceramahnya itu, dia berani mengatakan bahwa Tahun 2018 nanti banyak kaum muslimin yang akan dibuang ke laut dan disembelih oleh kaum komunis, cina, syiah dan liberal.

Atas perbuatannya, Zulkifli disangkakan Pasal 16 Jo Pasal 4 Huruf B Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi, Ras dan Etnis dan atau Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atau Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

(rdw/JPC/jpg/nin)



loading...

Feeds