LRPPN BI Sebut Ini Penyebab Pecandu Narkoba Mengamuk dan Kabur

Kondisi Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia (LRPPN BI) yang berantakan usai diamuk.
Foto : ist

Kondisi Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia (LRPPN BI) yang berantakan usai diamuk. Foto : ist

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Setelah sempat bungkam terkait mengamuk dan kaburnya puluhan pecandu narkoba, pengurus Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba (LRPPN) Bhayangkara Indonesia (BI) akhirnya angkat bicara.

Pihak LRPPN BI membantah jika mengamuk dan kaburnya puluhan pasien itu karena persoalan makanan.

“Bukan karena masalah makanan ya. Sebab, makanan tiga kali sehari dan itu juga yang dimakan oleh karyawan kita di sini,” aku Pimpinan LRPPN BI, Suwito, Rabu (17/1/2018).

Dia mengaku, kaburnya para pasien karena tidak betah mengikuti program rehabilitasi. Para pasien itu masih berkeinginan berbuat bebas seperti merokok.

“Sebagian dari yang kabur terutama yang masih baru, itu masih berontak dan mau bebas. Padahal, kita kan ada peraturan. Mereka masih mau minta rokok, padahal itu tidak boleh,” sebut Suwito.

Bahkan, kata dia, aksi kaburnya mereka sudah direncanakan. Hal itu diketahui dari pengakuan pasien yang tidak melarikan diri.

“Perencanannya itu sekitar 1 atau 2 dua bulan lalu. Namun begitu, mereka tetap kita bina kaena ini lembaga pembinaan,” ucapnya.

Menurut dia, makanan salah satu hal yang paling penting diperhatikan. Sampai-sampai, untuk menentukan menu makanan pihak panti selalu menyediakan seusai permintaan para pasien.

“Jadi untuk menunya kita buat seusai permintaan residen kita,” katanya.

Ia menambahan, sudah separuh dari yang kabur kembali ke panti rehabilitasi. Pihak panti juga telah berkordinasi dengan orangtua para pasien untuk menyerahkannya ke kembali.

“Kerusakan yang kita alami kecil, dan kita tidak buat laporan polisi,” tandas Suwito.

Sebelumnya, puluhan pecandu narkoba yang menjalani pengobatan di LRPPN BI Jalan Budi Luhur Gang PTP, Lingkungan VI, Kelurahan Sei Sekambing C II, Kecamatan Medan Helvetia mengamuk, Selasa (16/1/2018).

Para pecandu menghancurkan barang-barang yang ada di lembaga rehab tersebut. Mereka membanting piring dan merusak kursi di dalam bangunan. Bagian pintu masuk pun tak luput dirusak hingga jebol.

Usai menghancurkan barang dan menjebol pintu masuk, mereka langsung kabur alias melarikan diri.

Dikabarkan dari lokasi kejadian, para pecandu mengamuk lantaran makanan yang disediakan tidak sesuai.

“Enggak cocok mungkin sama pengelolanya, kabarnya sih masalah makanan,” ujar salah seorang pria yang mengaku warga sekitar.

Diutarakannya, saat peristiwa itu terjadi suasana benar-benar mencekam. Sebab, beberapa para pecandu membawa benda tumpul.

“Kami enggak berani kasih komentar lebih jauh, nanti salah,” ucapnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …