Mahasiswa ITM Jadi Finalis Line Digital Champion, Berangkat di Jepang

Salah satu mahasiswa ITM menjadi finalis Line Digital Champion, dan berangkat ke Jepang mengikuti pelatihan. (ist)

Salah satu mahasiswa ITM menjadi finalis Line Digital Champion, dan berangkat ke Jepang mengikuti pelatihan. (ist)



POJOKSUMUT.com, MEDAN-Mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM) lolos seleksi dalam ajang Line Digital Champion 2017, yang diadakan Line Corp Indonesia dan Young On Top.

Mahasiswa ITM yang lolos adalah Helen Adelin Halawa dari Jurusan Teknik Planologi dan Muhammad Facbri Zahari Jurusan Teknik Arsitektur.



Kepala Humas ITM HM Vivahmi SH MSi mengatakan, keduanya terpilihnya setelah mengalahkan sekitar 2.500 mahasiswa lainnya yang mendaftar pada kompetisi tersebut.
Dalam kompetisi itu, dilakukan beberapa tahapan yang dilaksanakan sejak Agustus 2017 melalui proses seleksi berkas yang selektif, menjalankan misi promosi aplikasi Line hingga mengirimkan video Tell Yourself Challenge.

“Kami bangga atas kepercayaan pihak Line di Jepang pada kompetisi yang diikuti 412 perguruan tinggi se- Indonesia. Mahasiswa ITM akhirnya terpilih menjadi finalis 60 besar Starting Line,” ungkap Vivahmi, Kamis (18/1/2018).

Diutarakan dia, selanjutnya mahasiswa ITM tersebut ditetapkan mengikuti Line Camp yang dilaksanakan pada akhir November di Swissbel Residences Kalibata, Jakarta. Selama mengikuti program Line Camp, mereka mendapatkan berbagai pelatihan, seperti pengenalan tentang produk line, fotografi, modeling hingga pendidikan karakter dan psikologi.

“Berbagai pelatihan dan pendidikan yang dijalani bertujuan untuk menciptakan mahasiswa yang berkarakter dan positif dalam bermedia sosial,” tutur Vivahmi.

Dia menyebutkan, pada kompetisi itu memperebutkan hadiah wisata edukasi ke kantor pusat Line di Jepang. Dari 60 finalis yang menjadi Line Digital Partner ditetapkan 6 finalis.

Setelah dilakukan seleksi kepribadian berdasarkan 6 nilai Line Valves yaitu Speed, Teamwork, Detail, Enjoy, Needs dan Data, maka Helen Adelin Halawa terpilih menjadi salah satu finalis yang beruntung untuk berangkat ke Jepang bersama 5 finalis lainnya.

Sedangkan, ke-5 finalis lainnya yaitu Aldi Riandana (Universitas Mulawarman Samarinda), Hilman Saputra (Politeknik Sriwijaya Palembang), I Gusti Made Surya (Stikom Bali), Vina Nurviani (UPI Bandung) dan Siti Ahmaniar Cahya Lestari (Undip Semarang).

“Setelah Camp berakhir, maka ke 60 finalis mendapatkan tugas yang diberikan Line Corp Indonesia sebagai Line Digital Partner. Di mana tugas-tugas tersebut menitikberatkan para finalis sebagai agen perubahan untuk membawa masyarakat menjadi pengguna media sosial yang positif dalam bermedia sosial,” terang Vivahmi.

Sementara, Business Development Director LINE Indonesia, Revie Sylviana mengatakan, kompetisi digelar untuk mendorong mahasiswa membangun komunitas digital yang positif dan memperluas potensi mereka.

“Saat ini kita berada pada fase dimana bisnis dan segala sesuatunya telah bergeser dari tradisional ke cara yang lebih modern dan digital. Pergeseran ini dapat dilihat melalui perilaku millennial dan generasi Z, yang semakin bergantung pada platform digital dalam mencari informasi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, melihat dunia yang makin sarat akan perkembangan kecerdasan buatan dan operasi berbasis teknologi lainnya, maka dibutuhkan persiapan terhadap generasi muda di Indonesia. Tujuannya, untuk mengembangkan kecerdasan sosial mereka dan memaksimalkan potensi di era digital ini.

“Kami berharap melalui program kompetisi ini lebih banyak lagi generasi muda yang menggali dan mengembangkan ketrampilan, serta pemahaman mereka mengenai era digital ini,” tandasnya. (fir/pojoksumut)






loading...

Feeds