Sempat Buron Tiga Bulan, Mantan Dirut RSU Djoelham Binjai Akhirnya Menyerah

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, BINJAI-Pelarian panjang mantan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Djoelham Kota Binjai, dr Mahim Siregar, dari jeratan hukum akhirnya terhenti.

Ya, buronan pascaditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Binjai dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di rumah sakit milik Pemerintah Kota Binjai sejak 6 November 2017 lalu, akhirnya menyerahkan diri, Jum’at (19/1/2018).

Pensiunan Aparatur Sipil Negeri (ASN) Pemko Binjai itu, datang ke Kantor Kejari Binjai di Jalan Tengku Amir Hamzah, Binjai Utara dengan didampingi kuasa hukumnya.

dr Mahim datang dengan mengenakan kemeja kuning dipadu celana warna hitam. Kedatangannya tak mengejutkan penyidik. Mahim bersama pengacaranya kemudian diarahkan penyidik di Aula Lantai 2 Gedung Korps Adhyaksa tersebut.

Menurut Kepala Kejari (Kajari) Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar, penyidik tidak kaget melihat buronannya datang karena sudah menerima konfirmasi dari kuasa hukum yang bersangkutan pada beberapa waktu lalu.

“Tapi saat mengabarkan kemarin itu, tidak bawa surat kuasa,” kata Victor.

Alasan dr Mahim selama ini mangkir dari panggilan penyidik, kata Victor, karena yang bersangkutan mengidap penyakit gula akut. Akibatnya kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan itu, membuat dr Mahim memilih mangkir dari panggilan penyidik.

“Semata mata karena kesehatan, makanya tidak datang. Pengakuannya dari dia mengalami sakit gula akut,” kata mantan Kajari Kuala Tungkal ini didampingi Ketua Tim Penyidikan, Herleny Siregar dan penyidik Lukas Sembiring di ruang kerjanya.

Ditanya kemana saja dr Mahim mengendap selama ini, Victor mengaku, belum mendapatkan jawaban tersebut. Sebab kata dia, penyidik belum menggali keterangan lebih jauh dari Mahim.

Disoal apakah dr Mahim akan ditahan karena selama ini tidak koperatif, Victor pun belum bersedia membeberkan jawaban secara pasti. Menurutnya, Kejari Binjai akan memeriksa kondisi kesehatan dr Mahim terlebih dahulu untuk memastikan ditahan atau tidak.

“Intinya sudah datang, jadi kami lihat dulu kesehatannya bagaimana. Pihak Lapas kan juga ada fasilitas kliniknya. Saya tidak mau berandai-andai,” tambahnya.

Kini lengkap sudah tujuh tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alkes di RSUD Djoelham teridentifikasi keberadaannya.

“Setelah ditetapkan tersangka (selama buron), kami terus berkeliling (mencarinya). Dari Medan ke Siantar sampai ke Padangsidempuan. Terus dilakukan pelacakan yang memang kewajiban kita,” tandasnya. (rgu/rmol/jpg)



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …