Terkait Siswa Ilegal SMAN 2 Medan, Disdik Sumut Tegaskan Tetap Harus Pindah Sekolah

Para siswa ilegal SMA Negeri 2 Medan geruduk Kantor Gubsu selasa (16/1/2018). 
foto : medaninfo88

Para siswa ilegal SMA Negeri 2 Medan geruduk Kantor Gubsu selasa (16/1/2018). foto : medaninfo88

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Polemik siswa tambahan SMA Negeri 2 Medan ternyata belum juga usai. Kini, permasalahan tersebut sedang menunggu waktu untuk dicarikan solusinya.

Sebab setelah mengadu ke Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung beberapa waktu lalu, akan digelar pertemuan lebih lanjut antara siswa dengan Pemprov Sumut pada Selasa (23/1/2018) pekan depan.

Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis mengaku, pihaknya tetap berkomitmen dengan keputusan awal. Kata dia, para siswa yang masuk tidak melalui jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2017 ini harus dipindahkan ke sekolah swasta.

“Dari awal sudah kita minta untuk ke sekolah swasta, karena mereka tidak lulus PPDB Online. Akan tetapi, siswa yang berjumlah 180 orang memaksa masuk. Padahal, sudah jelas mereka tidak lolos seleksi,” kata Arsyad, Jumat (19/1/2018).

Diutarakannya, sejak ditemukan dan dilaporkan oleh Ombudsman Sumut, kita sudah melakukan langkah-langkah. Seperti, melakukan sosialisasi orang tua siswa supaya memindahkan anaknya ke swasta dan difasilitasi. Sebab, mereka tidak lolos seleksi, sehingga apabila dipaksakan masuk maka tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Sudah kita surati dan bahkan sampai tiga kali, tetapi tetap juga bertahan. Lantas, kita membentuk posko di sekolah tersebut untuk memfasilitasi mereka pindah ke swasta,” aku Arsyad.

Dia menyebutkan, di SMA Negeri 2 Medan yang mendaftar waktu itu mencapai sekira 1.800 anak. Namun, yang diterima hanya sekira 432 siswa. Oleh karena itu, mereka merupakan bagian dari yang tidak lulus.

“Karena ini siswa, kita tidak mungkin melakukan upaya-upaya yang menjurus pemaksaan. Sekolah itu tempatnya mengedukasi bukan memaksa atau sampai-sampai ada kekerasan. Maka dari itu, kita menghimbau kepada orang tua murid agar memindahkan anaknya secara sukarela,” cetusnya.

Ia menambahkan, Dirjen Kemendikbud sudah melakukan pemeriksaan dan mendukung langkah yang dilakukan. Oleh sebab itu, tunggu hasil pertemuan nantinya pada Selasa pekan depan. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

Minggu Depan, PNS Terima THR

Sedangkan untuk gaji 13, Asman menyatakan, akan dibayar terpisah yaitu menjelang tahun ajaran baru sekitar akhir Juni atau awal …