Mahasiswa yang Tewas Ditembak Oknum Brimob Itu Disebut Dekat dengan Prabowo

Keluarga korban tak bisa menahan tangis di jenazah korban.

Keluarga korban tak bisa menahan tangis di jenazah korban.

POJOKSUMUT.com, BOGOR-Fakta mengejutkan terungkap dari Fernando Alan Josua Wowor (26), mahasiswa Bogor yang tewas ditembak oknum Brimob Kelapa Dua Depok, Briptu Achmad Ridho Sayidas Suhur (27).

Dia disebut-sebut kenal dekat dengan Prabowo Subianto. Fernando tinggal di Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Namun belum diketahui apakah tempat tinggalnya berdekatan dengan kediaman Prabowo di Hambalang, Babakan Madang Bogor, Bogor.

Di akun Facebook Fernando Wowor yang diduga milik Fernando, terdapat beberapa foto dan video bersama Prabowo Subianto. Salah satu foto menunjukkan Fernando mengawal dan memayungi pendiri Partai Gerindra itu.

Fernando sendiri lahir di Tiomohon, 01 Desember 1992. Ia bestatus sebagai mahasiswa. Ia berasal dari Kelurahan Talete Satu Lingkungan V, Desa Talete Satu Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.

Informasi kedekatan Fernando dengan Prabowo Subianto dibenarkan salah satu petinggi Partai Gerindra di Bogor. Namun ia meminta agar identitasnya tidak disebutkan.

“Iya infonya pengawal 08 Hambalang Prabowo,” ujarnya kepada Pojokjabar (grup Pojoksumut).

 

Akun Facebook korban

Namun hingga kini belum ada penjelasan dari keluarga Fernando maupun aparat kepolisian terkait rumor kedekatan Fernando dengan Prabowo.
Fernando meninggal setelah ribut dengan oknum Brimob Kelapa Dua Depok Briptu Ridho di parkiran Club Lips Jl Sukasari I No 5A, Kel Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Sabtu (20/1/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kabid Kum Polda Jabar, Kombes Pol Bagus Pramono mengatakan, kejadian ini terjadi menjelang Subuh di tempat parkir berjarak sekitar 50 meter dari tempat hiburan malam (THM).

“Fernando ditembak seorang anggota Brimob Kelapa Dua Briptu R yang tengah malam bersama calon istrinya terlibat percekcokan dengan korban,” ucap Bagus Pramono.

Kejadian bermula saat Fernando bersama dengan 3 temannya akan masuk di parkiran Lipps Club Bogor. Mereka berpapasan Briptu Achmad Ridho bersama calon istrinya yang hendak keluar dari pakiran.
Fernando Wowor

Fernando Alan beserta teman-temannya keluar dari mobil, selanjutnya terjadi cek-cok mulut. Fernando kemudian menghajar Briptu Ridho. Anggota Brimob itu kemudian mengeluarkan senjata api yang dibawanya.

Fernando berusaha merebut pistol milik Briptu Achmad Ridho. Tidak lama kemudian terdengar suara letusan yang mengenai dada Fernando.

Mengetahui hal tersebut, teman-teman Fernando Alan mengeroyok Briptu Achmad Ridho hingga kritis.

Fernando dibawa ke Rumah Sakit Vania, Jl. Siliwangi Bogor untuk dilakukan pertolongan secara medis. Namun setibanya di RS Vania, korban meninggal dunia.

Sedangkan Briptu Ridho dibawa ke RS PMI Bogor karena menderita luka di kepala, wajah, bibir dan tangan kiri. Selanjutnya, Briptu Ridho dirujuk ke RS Polri Kramat Jati.
(one/pojoksatu)



loading...

Feeds