Produk Khas Sumut Berpotensi Ikut China International Import Expo 2018

Konsul jenderal RRT di Medan Sun Ang (dua dari kanan) bersama Konsul Ekonomi Konsulat Jenderal RRT  di Medan,Liu Weiguo (dua dari kiri) saat konferensi pers di Medan terkait Perkenalan Pameran Impor Internasional Tiongkok di Medan, Selasa (23/1/2018).
Foto : nin/pojoksumut

Konsul jenderal RRT di Medan Sun Ang (dua dari kanan) bersama Konsul Ekonomi Konsulat Jenderal RRT di Medan,Liu Weiguo (dua dari kiri) saat konferensi pers di Medan terkait Perkenalan Pameran Impor Internasional Tiongkok di Medan, Selasa (23/1/2018). Foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Sumatera Utara memiliki sumber daya alam (SDA) yang berpotensi dipamerkan dalam China International Import Expo (CIIE) yang pertama akan digelar di Shanghai, Tiongkok pada 5-10 November 2018 mendatang.

Pameran investasi perdagangan negara dan bisnis perusahaan ini diharapkan dapat menjadi ajang promosi produk asal Indonesia khususnya Sumatera Utara.

Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Medan, Sun Ang, mengatakan CIIE ditargetkan bakal diikuti 185 negara. Saat ini, sudah lebih dari 100 negara yang mendaftar untuk ikut serta.

“Kegiatan CIIE merupakan keputusan penting Pemerintah Tiongkok membuka pasar perdagangan dunia agar saling menguntungkan. Deadline pendaftaran Juni. Kami perkirakan ada 80 ribu-100 ribu stan nantinya,” jelas Sun Ang dalam Rapat Pengumuman dan Perkenalan Pameran Impor Internasional Tiongkok di Medan, Selasa (23/1/2018).

“Ini merupakan suatu kebijakan yang sangat besar yang diumumkan oleh Presiden Xi Jinping kepada masyarakat luar, merupakan langkah penting di Tiongkok untuk membuka pasar mendorong perkembangan,” imbuhnya.

Dia pun menegaskan Sumut tentu sangat berpeluang mengikuti pameran ini dengan mempromosikan tidak hanya barang maupun produk tapi jasanya agar nantinya lebih banyak diekspor ke Tiongkok. Kabar gembiranya, Pemerintah Tiongkok membuat kebijakan barang khas negara-negara ASEAN bila diekspor ke Tiongkok bebas pajak.

“Kami berharap penyelenggaraan CIIE, dapat memberikan kesempatan kepada berbagai negara di dunia termasuk Indonesia untuk memperluas ekspor mereka ke Tiongkok. Apalagi lima tahun mendatang, Tiongkok akan mengimpor barang dan layanan lebih dari 10 Triliun Dolar AS. Kami akan memberikan kemudahan mengurus visa dengan lancar,” pungkasnya.

Menurutnya, Sumut memiliki sumber daya alam yang sangat kaya dan dapat dipromosikan pada pameran CIIE nanti seperti kopi, karet, sarang walet, durian dan banyak lagi.
Ditegaskannya, Tiongkok dengan teguh mendukung dan dengan penuh semangat mendorong globalisasi ekonomi menyambut barang dan pelayanan yang unggul, memiliki karakteristik serta daya saing untuk memasuki pasar besar Tiongkok yang memiliki populasi sebanyak 1,3 miliar jiwa.

“Lima tahun yang akan datang, Tiongkok akan mengimpor barang dan layanan lebih dari 10 triliun dolar AS. Kami berharap melalui penyelenggaraan China International Import Expo, dapat memberikan kesempatan kepada berbagai negara di dunia untuk memperluas ekspor mereka ke Tiongkok, membangun podium untuk berbagai negara dalam mengembangkan perdagangan dan berbagi peluang bisnis kerja sama, tidak berhenti meningkatkan tingkat liberalisasi perdagangan, serta mendorong perkembangan bersama berbagai negara,” ungkapnya.

Dalam Expo nanti, lanjutnya, ada dua pameran didirikan yakni Pameran Investasi Perdagangan Negara yang Komprehensif adalah pameran yang diorganisasi oleh negara yang berpartisipasi atas nama pemerintah atau badan-badan atau organisasi yang ditunjuk, mempersiapkan stan khusus untuk menampilkan keadaan perkembangan di bidang perdagangan barang, perdagangan layanan, status industri, pariwisata, investasi dan lainnya, hanya menunjukkan tanpa berdagang.

Pameran Bisnis Perusahaan terdiri dari dua sektor diantaranya sektor perdagangan barang yang meliputi peralatan yang pintar dan berkelas, elektronik konsumsi dan peralatan elektronik rumah, produk pakaian dan barang keperluan sehari-hari, otomobil, makanan dan produk pertanian, peralatan medis dan obat-obatan, dan lainnya.

“Di perdagangan layanan yang meliputi teknologi yang baru dan berkembang, layanan outsourcing, desain inovatif, pendidikan kebudayaan, pelayanan pariwisata, dan lain-lain. Kami sangat menyambut seluruh negara di dunia untuk ikut berpartisipasi dalam expo ini, kami akan memberikan kemudahan bagi negara peserta expo dan para pedagang internasional,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds