Kisruh Siswa Ilegal SMA Negeri Medan, Oknum Pejabat Disdik Sumut Diduga Terlibat

Para siswa ilegal SMA Negeri 2 Medan geruduk Kantor Gubsu selasa (16/1/2018). 
foto : medaninfo88

Para siswa ilegal SMA Negeri 2 Medan geruduk Kantor Gubsu selasa (16/1/2018). foto : medaninfo88

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Hasil pertemuan orang tua siswa ilegal SMA Negeri 2 dan 13 Medan bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Nurhajizah Marpaung Selasa kemarin (23/1/2018), menguak kabar tak sedap.

Dikabarkan, oknum pejabat Dinas Pendidikan (Disdik Sumut) yaitu Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Hamidah Pasaribu diduga terlibat. Hamidah disebut-sebut menitip peserta didik ilegal ke SMAN 13 Medan.

Hal ini diketahui dari mantan panitia PPDB Online SMAN 13 Medan, Fauzi Azhar yang berbicara panjang lebar pada pertemuan tersebut.

“Saya panitia PPDB, operator peng-input data calon peserta didik SMAN 13 Medan pada PPDB Online,” ujarnya.

Dia menceritakan, kuota resmi yang disediakan SMAN 13 Medan sebanyak 288 kursi.

“Tapi faktanya yang di-input administrasi tingkat provinsi itu 289. Jadi satu orang itu tanda tanya,” sebut Fauzi.

Ia menceritakan, dirinya pernah ditemui orang tua dari calon peserta didik berinisial MAT. Lalu, yang bersangkutan memintanya agar memasukkan nama MAT dalam calon peserta didik dari kategori anak guru berprestasi.

Lantas, Fauzi menolak hal itu. Sebab, menurutnya, orang tua MAT bukan seorang guru.

Namun, Fauzi heran karena selanjutnya terbit rekomendasi yang membolehkan calon peserta didik tersebut masuk dalam kategori anak guru berprestasi.

“Direkomendasikan kepada kami untuk mengizinkan masuk ke jalur guru berprestasi. Padahal bapak itu (orang tua MAT) bukan guru,” beber Fauzi.

Setelah itu, Fauzi mengaku dipanggil Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Sumut Hamidah Pasaribu untuk membawa berkas calon peserta didik atas nama MAT tersebut.

“Tanggal 22 kami disuruh Ibu Hamidah Pasaribu untuk membawa berkas MAT, tidak tahu untuk apa. Tiba satu hari sebelum Lebaran, kami dikumpulkan di SMAN 1 Medan untuk mengambil print out pengumuman,” katanya.

Akan tetapi, di pengumuman ada nama MAT yang dipastikan tidak lulus secara aturan. Namun, ditulis dengan tulisan tangan.

Dia juga mengaku, persoalan itu sudah mempertanyakan kepada Kepala UPT Medan Selatan Dinas Pendidikan Sumut, Zuhri Bintang.

“Jawaban Pak Bintang gampang, tugas kami hanya memberikan, tugas anda yang menempel,” bilangnya.



loading...

Feeds