Penyuap Bupati Batubara Nonaktif Dituntut Tiga Tahun Penjara

Terdakwa penyuap OK Arya menjalani persidangan, Kamis (25/1/2018)

Terdakwa penyuap OK Arya menjalani persidangan, Kamis (25/1/2018)

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar, masing-masing selama tiga tahun penjara.

Kedua kontraktor di Pemkab Batubara itu dinilai terbukti bersalah memberikan suap kepada Bupati Batubara nonaktif OK Arya Zulkarnaen dan Kadis PUPR Dinas Pemkab Batubara, Helman Herdady untuk mendapatkan proyek pengerjaan di Kabupaten Batubara.

Selain tuntutan penjara, penuntut umum KPK, Ikhsan dan Kresno juga mewajibkan kepada kedua rekanan tersebut membayar denda masing-masing sebesar Rp100 juta atau digantikan 6 bulan kurungan apabila tidak membayarnya.

“Terdakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP,” ungkap Ikhsan dihadapan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo di Ruang Utama PN Medan, Kamis, (25/1/2018).

Sebelum membacakan tuntutan ada hal yang memberatkan dan meringankan kepada masing-masing terdakwa. Hal yang memberatkan bahwa keduanya telah berupaya memberikan uang pelicin dalam mendapatkan proyek di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017. Seperti fakta yang terungkap dalam persidangan bahwa Maringan Situmorang memberikan uang sebesar Rp3,7 Miliar kepada Bupati Batubara Ok Arya Zulkarnain melalui perantara pemilik showroom mobil Sujendi alias Ayen sedangkan Syaiful Azhar memberikan uang pelicin sebesar Rp 400 juta kepada Bupati Ok Arya melalui Kadis PUPR Batubara, Helman Herdady.

Sedangkan yang meringankan bahwa keduanya kooperatif dan tidak berbelit dalam memberikan keterangan serta mengakui kesalahannya, masih menurut penuntut tipikor KPK pertimbangan lainnya Maringan sakit-sakitan.

Usai membacakan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa yang dibacakan penuntut umum.

Sebagaimana diketahui untuk ketiga terdakwa lainnya, yakni Bupati Batubara nonaktif Ok Arya Zulkarnain dan Kadis PUPR Dinas Pemkab Batubara, Helman Herdady serta pemilik Showroom Mobil Sujendi alias Ayen, berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds