UMSU Ajak Warga Medan Saksikan Gerhana Bulan Lewat Teleskop

Alat pemantau/teleskop yang tersedia di OIF UMSU
fir/pojoksumut

Alat pemantau/teleskop yang tersedia di OIF UMSU fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengajak warga Kota Medan dan sekitarnya menyaksikan fenomena alam gerhana bulan total dengan berbagai peralatan teleskop yang disediakan di halaman kampus pascasarjana UMSU di Jalan Denai, Medan, pada Rabu (31/1) pekan depan.

Rektor UMSU, Agussani MAP, menjelaskan kegiatan menyaksikan gerhana bulan tersebut dalam rangka melaksanakan tridharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Sebab, fenomena ini bisa jadi pelajaran, sekaligus untuk mendekatkan diri kepada Allah.

“Dalam rangka menghadapi gerhana bulan tahun ini, UMSU telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan penggunaan fasilitas OIF. Sejumlah teleskop yang ada di lantai tujuh gedung pascasarjana nantinya akan diturunkan di halaman gedung untuk memberi kesempatan kepada masyarakat menyaksikan fenomena alam yang langka,” ungkap rektor di kampus Pascasarjana UMSU, Kamis (25/1/2018).

Diutarakan dia, selain melaksanakan kegiatan pengamatan gerhana bulan, UMSU juga mengadakan salat gerhana yang diimami Prof Nawir Yuslem. “Sejauh ini prinsipnya UMSU telah siap menerima kehadiran masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena gerhana bulan langka yang akan melintasi Kota Medan,” katanya yang didampingi Direktur Pascasarjana Dr Saiful Bahri, Wakil Direktur Pascasarjana Dr Arifin Saleh Siregar, Kepala OIF UMSU Dr Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar, pimpinan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumut, M Qorib dan Kepala Humas Ribut Priadi.

Kepala OIF UMSU, Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar menuturkan, fenomena alam tersebut akan melintasi di Kota Medan pada pukul 19.00-22.00 WIB. Kata dia, waktu terjadinya gerhana bulan itu cukup lama untuk bisa diamati masyarakat.

“Selama sekitar tiga jam fenomena alam ini terjadi. Namun, puncak gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 20.30 WIB,” sebut Arwin.

Menurutnya, gerhana bulan kali ini akan sangat menarik untuk diamati karena fenomena yang disebut ‘Super Blue Moon’ tergolong langka. Dalam peristiwa ini, bulan akan tampak lebih besar dari biasanya dengan warna yang tampak sebagian kebiru-biruan dan kemerah-merahan.

“Peristiwa yang spektakuler ini menampilkan bulan purnama kedua bulan ini, juga dikenal sebagai Blue Moon. Acara ini akan bertepatan dengan gerhana bulan total, yang sering disebut sebagai ‘bulan darah’ karena bulan berubah menjadi warna kemerahan atau tembaga saat melewati bayangan bumi,” paparnya.



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …