Ponpes Musthofawiyah Dukung Kepemimpinan Peduli Ulama

Foto : istimewa

Foto : istimewa

POJOKSUMUT.com, KELUARGA Besar Pondok Pesantren Musthofawiyah di Kabupaten Madina menyambut hangat kedatangan pasangan Cagub-Cawagubsu Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

Kedatangan Pasangan ERAMAS dalam rangka mengikuti Dzikir Akbar, Kamis (25/1/2018) yang digelar di salahsatu Ponpes tertua di Sumatera tersebut.

Pimpinan Ponpes Musthofawiyah H Musthafa Bakri Nasution menilai dzikir akbar memiliki nilai-nilai humanis.

“Dzikir akbar bukan sekadar diri mengingat Allah, tapi mengikuti pula perintah-perintah-Nya. Dalam hal ini kita mengikuti perintah Allah dalam hal kepemimpinan,” kata Mustafa.

Musthafa menilai, Pilkada merupakan momentum memilih kepemimpinan sesuai perintah Allah dan Rasulullah SAW.

“Keluarga besar Ponpes Musthofawiyah mendukung kepemimpinan yang sesuai ajaran Islam. Pasangan ERAMAS ini cocok dengan kita artinya kepemimpinan yang tegas, adil, pengalaman dan sudah terbukti peduli jauh sebelum momen Pilkada,” kata Musthafa.

Musthafa menilai Keluarga Besar Ponpes Muthafawiyah juga mendukung kepempinan berwibawa, peduli pendidikan Islam dan dekat dengan ulama.

“Kami meyakini tipe kepemimpinan itu ada di ERAMAS,” tegas Mushafa.

Mustafa juga menyinggung kepedulian Edy Rahmayadi kepada Ponpes Musthofawiyah. Dari persoalan penyaluran air hingga laptop untuk keperluan santri dan operasional pondok.

“Bahkan buku yang saya pegang ini hasil dari laptop pemberian Pak Edy. Saya masih menyimpannya dengan baik. Jadi Eramas ini ada di hati keluarga besar kami,” tandas Mustafa.

Kedatangan Pasangan ERAMAS disambut hangat dengan lantunan Salawat Rasul. Ribuan santri Ponpes Musthofawiyah turut menyemarakkan dzikir akbar dan silaturahmi tersebut.

Sementara Edy Rahmayadi menyampaikan apresiasinya kepada Keluarga Besar Ponpes Musthofawiyah. Mantan Pangkostrad itu mengatakan Ponpes Musthofawiyah merupakan salahsatu Ponpes berpengaruh di tingkat nasional.

“Salahsatu bukti adalah tatkala Bapak Presiden Jokowi berkunjung kemari dan membangun asrama di sini. Kita patut bersyukur dengan keberadaan Ponpes Musthofawiyah ini,” kata Edy.

Edy Rahmayadi mengatakan, dirinya bersama Musa Rajekshah, siap bekerja untuk membangun Sumut yang bermartabat.

Dia berharap agar Keluarga Besar Ponpes Musthofawiyah mendoakan pasangan ERAMAS untuk bisa memimpin Sumatera Utara.

“Izinkan kami agar diberi wewenang untuk bisa membesarkan Ponpes Musthofawiyah. Dan yang paling penting agar santri dan santriwati di sini belajar dan menuntut ilmu dengan baik. Curilah ilmu dari guru dan pimpinan di sini agar kita menjadi orang-orang yang beruntung,” tandas Edy.

Sementara Musa Rajekshah juga menyinggung soal Kopi Mandailing atau yang dikenal dengan nama Mandheling Coffe di dunia internasional.

“Madina adalah kabupaten yang kaya dengan SDA. Apapun yang bisa memakmurkan Madina ke depannya, seperti pembangunan pabrik Kopi Mandailing akan dikerjakan ERAMAS. Kita tau Kopi Mandailing ini sudah mendapat hak paten dari Kemenkum HAM. Jadi ini patut kita banggakan,” kata pria yang akrab disapa Ijeck tersebut.

Menurut Ijeck, tidak semua pihak bisa menjual sembarang Kopi Mandailing.

“Kopi Mandailing sudah mendapat Hak Paten. Kalau ada yang menjual kopi dengan nama Kopi Mandailing harus seizin Pemkab Madina. Maka pembangunan pabrik Kopi Mandailing akan semakin menegaskan karakter dan budaya kita,” tandas Ijeck. (rel/sdf/pojoksumut)



loading...

Feeds