Sungguh Sadis! Lima Pria Ini Perkosa dan Bunuh Istri di Depan Suami, Lalu Tubuhnya Dimakan

Para tersangka berhasil diamankan.

Para tersangka berhasil diamankan.

POJOKSUMUT.com, CAMACARI—Lima pemuda harus meringkuk di tahanan dengan tuduhan yang sangat serius. Mereka diduga telah merampok, memperkosa, membunuh, dan memakan tubuh sepasang suami istri, Cristina Amaral dan Juvenal di Brasil. Kelima pelaku adalah dua orang dewasa dan tiga remaja.

Laporan Focus On News, para kanibal itu terlebih dulu memperkosa Cristina di depan suaminya di Camaçari, Brasil timur laut. Setelah itu, mereka menyiksa pasangan suami istri tersebut hingga mati. Dua orang dewasa yang terlibat diidentifikasi sebagai Daniel Santos Neves, 29 dan Carlos Alberto Neres, 25. Sementara tiga remaja yang dirahasiakan namanya berusia 13, 14 dan 16. Selain memperkosa, membunuh dan memakan mayatnya, mereka juga didakwa atas kepemilikan senjata ilegal.

Detektif Maria Tereza Santos, kepala divisi pembunuhan mengungkapkan pasangan tersebut, Juvenal dan Cristina Amaral ditemukan terkubur di halaman belakang rumah mereka. “Organ internal, termasuk ovarium dan saluran tuba telah robek keluar dari tubuh wanita dan bagian tubuh lainnya hilang. Tidak ada indikasi di mana organ ini berada,” jelasnya.

“Kami menemukan bahwa jaringan lunak telah sengaja dipotong dan diiris dari tulang korban. Kami juga menyelidiki apakah konsumsi berlangsung sementara korban masih hidup. Pakar forensik belum meyakinkan bahwa terdakwa memakan sebagian korban mereka, namun buktinya menunjukkan fakta ini,” lanjutnya.

Mayat mereka ditemukan di sebuah kuburan dangkal setelah tetangga melaporkan mereka hilang. Menurut polisi, pasangan tersebut ditargetkan oleh geng lokal yang mencari 70.000 reais (£ 15.000) yang diyakini penyerang telah disembunyikan di kediaman tersebut menyusul keberhasilan sebuah klaim ganti rugi baru-baru ini.

Nenek salah seorang remaja bekerja sebagai pembantu para korban diyakini telah membagikan kabar tentang uang pasangan tersebut kepada cucunya. Namun, polisi menegaskan dia tidak terlibat dalam kejahatan tersebut. “Cucunya nampaknya mengetahui rutinitas para korban dan ini adalah kejahatan yang direncanakan,” kata Santos.

Ia menjelaskan, barbarisme dan kanibalisme ini kemungkinan adalah sebuah ritual. “Tampaknya tersangka mulai melakukan pemerkosaan, membunuh dan kami percaya mereka memakan korban sebagai bagian dari ritual yang salah,” jelasnya.

Pakar forensik mengungkapkan Nyonya Amaral, 44, menderita luka parah sebelum meninggal. Suaminya yang berusia 57 tahunnya juga dipukuli dengan brutal, ditikam dan dipaksa untuk melihat istrinya diperkosa di depannya setelah penyerang jahat tersebut dilaporkan gagal dalam usaha mereka untuk mengetahui di mana uang itu disimpan.

“Kami yakin terdakwa masuk ke rumah pasangan tersebut pada hari Jumat 5 Januari setelah mengetahui bahwa Amaral telah menghasilkan sejumlah dana. Tampaknya korban disandera dan tanpa ampun disiksa setidaknya 24 jam sebelum dibunuh,” tutur Santos.

“Kami percaya Cristina dilecehkan secara seksual dan diperkosa saat suaminya dipaksa untuk menonton. Lengan korban diamputasi saat dia masih hidup, dan mereka merobek ovarium dan saluran tuba. Bagian tubuh ini masih hilang,” jelasnya.

“Suaminya juga disiksa dengan kejam. Pembunuh tersebut diduga mengiris punggungnya dengan pisau saat dia masih hidup. Para tersangka mengakui bahwa mereka menggantung korbannya sebelum mereka meninggal dan memenggal istrinya,” sambungnya.

Mayat pasangan yang dimutilasi itu ditemukan dibakar dan dikubur bersama di makam darurat di halaman di bagian belakang rumah. Para tersangka dibawa ke TKP oleh penyidik dan diduga mengungkapkan tempat di mana mayat tersebut telah dikuburkan.

Ketika polisi menangkap geng tersebut, tersangka diduga membawa senapan, sebuah pistol dan sebuah mobil yang diyakini dimiliki oleh para korban. “Semua orang terkejut dengan pembunuhan setan dan tidak masuk akal dari pasangan yang menjalani kehidupan yang sepi di lingkungan sekitar dan yang dikenal sebagai orang-orang terhormat itu,” kata Santos.

“Keluarga korban masih berduka setelah kematian yang terlalu dini dan kejam dari kematian mereka dan merasa ngeri dengan kemungkinan bahwa bagian tubuh orang tua mereka dimakan dalam kejahatan barbar ini,” jelasnya. (Metro/amr/fajar/jpg)



loading...

Feeds