Duh! Situs Bersejarah Dirusak Demi Keris di Bawah Batu

Pihak kepolisian memeriksa situs bersejarah yang dibongkar diduga dilakukan sekelompok warga.
Foto : newtapanuli/JPG

Pihak kepolisian memeriksa situs bersejarah yang dibongkar diduga dilakukan sekelompok warga. Foto : newtapanuli/JPG

POJOKSUMUT.com, TAPTENG-Sekelompok oknum warga diduga melakukan pengerusakan dan pembongkaran satu salah satu situs batu kursi bersejarah yang terletak di Bukit Harangan Julu, Lingkungan I, Kelurahan Aek Tolang Induk, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah (Tapteng).

Informasi dihimpun, pengrusakan situs sejarah batu kursi yang diduga dilakukan oleh sekelompok warga itu bertujuan mencari keris di bawah kursi batu. Selain kursi batu, di lokasi juga ditemukan batu mirip meja. Batu kursi yang dirusak itu dinilai warga setempat sebagai tempat berkumpulnya arwah para leluhur, atau pendiri kampung tersebut.

Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi menerangkan, setelah mendapat laporan, petugas Polsek Pandan yang dipimpin AKP Parohon Tambunan bersama personel langsung menuju lokasi berjarak sekitar 5 km dengan berjalan kaki menaiki jalan menanjak.

“Dari hasil pemeriksaan personel, di lokasi ditemukan bongkahan batu yang telah pecah dan kondisi tanah letak batu kursi sudah menganga. Kata warga setempat bahwa sejarah batu kursi itu sebagai tempat berkumpulnya arwah leluhur, atau pendiri kampung tersebut. Selain batu kursi, dilokasi ada juga batu mirip dengan sebuah meja” katanya kepada wartawan, kemarin (30/1/2018).

Dia mengatakan, hasil olah TKP yang dilakukan petugas, ditemukan tanah yang berlobang bekas galian sedalam 2 meter di sekitar batu kursi situs sejarah. Kemudian, mulai dari bawah bukit hingga ke atas bukit tempat ditemukan batu yang mirip kursi tersebut, petugas tidak menemukan bebatuan yang lain.

“Saat ini kita sudah memasang police line di lokasi dan menyita bongkahan batu yang diduga pecahan situs sejarah batu kursi,” jelasnya.

Dia juga mengimbau agar camat dan lurah setempat segera membuat papan larangan agar tidak melakukan pengrusakan terhadap situs sejarah batu kursi itu.

“Atas peristiwa ini kita juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, jika menemukan adanya orang terduga pelaku pengrusakan,” tandasnya. (rb/ara/nt/jpg)



loading...

Feeds