Praktisi Hukum Angkat Bicara Terkait Pinjaman Modal Pemko Tanjungbalai Ratusan Miliar ke Pusat

Ade Agustami Lubis
foto : Taufik/pojoksumut

Ade Agustami Lubis foto : Taufik/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, RENCANA peminjaman modal oleh Pemerintah Kota Tanjungbalai kepada Dirjen Keuangan Republik Indonesia, senilai kurang lebih Rp200 miliar mendapatkan reaksi dari banyak pihak.

Pasalnya, uang yang jumlah miliaran tersebut dikhawatirkan akan tidak tepat sararan. Meski, pinjaman tersebut dikabarkan untuk membangun Rumah Sakit Umum (RSU) Tipe C di Tanjungbalai.

Satu diantaranya, yang angkat bicara adalah Praktisi Hukum Kota Tanjungbalai, Ade Agustami Lubis.

“Jika pinjaman modal Pemerintah Kota Tanjungbalai Rp200 miliar kepada Dirjen keuangan hanya untuk pembangunan RSU tipe C sah-sah saja. Kita mendukung sebab nantinya dari Rumah sakit tersebut tentunya akan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hanya saja apakah pihak Pemko sudah menghitung berapa lagi biaya yang akan digelontorkan untuk penyelesaian pembangunan Rumah Sakit tipe C tersebut?” ujarnya.

Karena, lanjut Ade pinjaman tersebut sifatnya hanya penambahan apa-apa yang kurang dan yang dibutuhkan dalam Rumah Sakit tersebut. “Misalnya renovasi bangunan, biaya alat kesehatan, dan biaya tenaga medis atau kontrak dokter,” jelasnya.

Ade menanyakan apa semudah itu pihak Pemko Tanjungbalai dalam hal ini Wali Kota Tanjungbalai H M Syahrial mendapatkan pinjaman tersebut dari Dirjen Keuangan? “Tentunya ada aturan-aturan dan petunjuk teknisnya,” timpalnya.

“Apakah Dana pinjaman tersebut sudah diterima oleh Wali Kota Tanjungbalai? Jika dana pinjaman tersebut saat ini nihil, itu artinya Wali Kota Tanjungbalai sudah melakukan pembohongan publik,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekda Pemko Tanjungbalai, Abdi Nusa yang dikonfirmasi menjelaskan hingga saat ini dana tersebut belum cair. Dia menjelaska pinjaman ini masih programB. Berapa biaya yang diperlukan nanti segitu yang dipinjam. Di APBD dananya dipatok sekira Rp130 miliar. “Kalau nantinya seandainya hasilnya Rp100 miliar. Maka pinjakan tersebut hanya Rp100 miliar saja,” jelasnya. (CR-1/pojoksumut)



loading...

Feeds