Viostin DS dan Enzyplex Mengandung DNA Babi, Bakal Ditarik dari Pasaran

ilustrasi
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com. JAKARTA-Dua jenis suplemen makanan Viostin DS dan Enzyplex diputuskan ditarik dari peredaran dan dihentikan produksinya. Ini setelah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengambil tindakan tegas karena keduanya mengandung DNA babi.

Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran dan pengujian terhadap sampel obat, ditemukan bahwa kedua produk terbukti positif mengandung DNA babi. Itu berdasarkan hasil pengujian sampel uji rujuk suplemen dari Balai Besar POM Mataram kepada Balai POM di Palangkaraya.

”Sampel produk yang tertera dalam surat tersebut adalah Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101,” tutur Penny Lukito Kepala BPOM, Rabu (31/1) kemarin.

Dia menjelaskan, sebelum menyatakan bahwa dua suplemen makanan itu mengandung DNA babi, pihak BPOM mengambil sampel produk yang sudah beredar di pasaran atau post market vigilance. Selanjutnya sampel tersebut diuji di laboratorium.

Pengujian yang dilakukan memang untuk melihat adanya kandungan babi. Berdasarkan uji parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk tersebut terbukti positif mengandung DNA babi.

 

BPOM telah menginstruksikan PT. Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan distribusi produk dengan nomor bets tersebut. Penny telah menerima laporan jika PT Pharos Indonesia telah menarik seluruh produk Viostin DS dengan NIE POM SD.051523771 dan nomor bets BN C6K994H dari pasaran. Begitu juga dengan PT Mediafarma Laboratories.

”Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, BPOM RI menginstruksikan Balai Besar atau Balai POM di seluruh Indonesia untuk terus memantau,” ucapnya. Selain itu jika menemukan produk yang tidak mematuhi ketentuan, termasuk positif DNA babi, maka harus ditarik. Apalagi yang tidak mencantumkan peringatan jika mengandung DNA babi.

”Badan POM RI secara rutin melakukan pengawasan terhadap keamanan, khasiat atau manfaat, dan mutu produk,” beber Penny.

Sementara itu Tulus Abadi, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI), menuturkan jika produsen suplemen tersebut menabrak aturan. Alasannya tidak mencantumkan informasi mengandung babi pada label. ”Ini melanggar UU perlindungan konsumen karena tidak ada informasi pada label,” ucapnya.

Menurut Tulus, sanksi bagi produsen suplemen mengandung DNA babi dan tidak mencantumkan informasi, tidak cukup hanya menarik produknya. Menurutnya harus ada proses hukum lain, baik perdata dan atau pidana.

”Kalau ada informasinya konsumen bisa memilih untuk pakai atau tidak. Tapi ini repot terkait penjualannya. Idealnya untuk konsumen Indonesia yang mayoritas muslim seharusnya tidak ada unsur tidak halal pada obat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek tidak banyak berkomentar atas temuan BPOM tersebut. ’’Saya sudah menghubungi Kepala BPOM untuk minta klarifikasi. Masih akan saya pelajari dulu,’’ terangnya di kompleks Istana Kepresidenan kemarin. Ia mengaku kaget atas temuan BPOM tersebut. Mengingat, kedua jenis suplemen itu sudah beredar sejak lama. Namun, tiba-tiba sekarang dilarang oleh BPOM. Apalagi, dia juga pernah mengonsumsi suplemen tersebut beberapa tahun silam, dan merasa puas dengan kualitasnya. (lyn/byu/jpg)



loading...

Feeds

Wonderkid Roma Sukses Geser Inter

Hasil ini membawa Roma naik ke posisi ketiga klasemen sementara menggeser Inter. Namun, raihan 50 poin pasukan Eusebio Di Francesco …

Belum Ada yang Bisa Kalahkan Barca

Bahkan, 7 laga lagi bisa saja Barcelona memecahkan rekor di Divisi Primera yang dipegang Real Sociedad, yakni 38 laga tanpa …