Miris! Sindikat Penjambretan Dibongkar, Pelakunya 7 Pelajar, 1 Positif Narkoba

Kapolres Kota Tanjungbalai, AKBP Tri Setyadi Artono saat paparan kasus di depan Aula Pesat Gatra dengan memperlihatkan barang bukti berupa handphone yang dijambret para pelaku.
Foto : Taufik/pojoksumut

Kapolres Kota Tanjungbalai, AKBP Tri Setyadi Artono saat paparan kasus di depan Aula Pesat Gatra dengan memperlihatkan barang bukti berupa handphone yang dijambret para pelaku. Foto : Taufik/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, POLRESTA Tanjungbalai dibantu Personil Polsek Teluk Nibung berhasil meringkus tujuh orang pelaku atau sindikat pencurian dan penjambretan yang diperankan oleh anak yang masih berstatus pelajar.

Kapolres Kota Tanjungbalai, AKBP Tri Setyadi Artono, mengatakan kasus ini diungkap saat polisi menangkap dua pelaku, usai menerima laporan warga tentang kasus penjambretan di Wilayah Teluk Nibung.

“Berawal dari upaya kerja keras kita, khususnya unit Satreskrim Polsek Teluk Nibung bekerja sama dengan Satreserse Polres Tanjungbalai, mendapatkan informasi dari masyarakat. Ada kejadian penjambretan di wilayah Teluk Nibung, kemudian dilakukan penyelidikan dan pendalaman oleh tim, kemudian berhasil mengamankan dua orang pelaku. Selanjutnya dilakukan interograsi kemudian pengembangan dan diamankan lima orang rekan lainnya” beber Kapolres dalam paparan kasus di Aula Pesat Gatra Mapolres Tanjungbalai, kemarin (1/2/2018).

“Hasil ungkap kasus pelaku penjambretan yaitu Pasal 363 KUHP dan 365 KUHP, di situ ternyata kami amankan pelaku nya masih di bawah umur,” timpalnya.

Menurut Kapolres, sindikat para pelaku ini sudah beraksi dari beberapa bulan yang lalu. “Kami juga amankan barang bukti beberapa unit handphone dan kendaraan pelaku. Kebanyakan penjambretan yang dilakukan adalah Handphone, dijambret di jalan pada saat korbannya mengendarai sepeda motor,” ungkapnya.

Selain itu, modus lainnya, para pelaku adalah berkenalan dengan korban lalu diajak ke suatu tempat, ternyata rekan dari sindikat ini sudah menunggu di tempat tersebut kemudian korban ditodong dengan memakai benda mirip belati atau pisau, padahal adalah obeng.

“Jadi mereka melakukan pencurian dengan pemberatan maupun pencurian dengan kekerasan. Kita akan proses karena ini mengingat di bawah umur, maka kita akan juga undang lembaga yang membawahi tentang anak. Kemudian juga dengan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) juga dengan pihak orang tua maupun korban, apakah para tersangka akan kita lakukan difersi atau kita lanjutkan sampai dengan proses peradilan,” ungkapnya.

Sementara itu, dari ketujuh yang sudah diamankan lalu dites urin, ternyata satu anak positif memakai narkoba yaitu inisial “I”.

“Yang bersangkutan sudah mengakui bahwa dalam satu minggu ini menggunakan narkoba. Kemudian dari kelompok ini ada yang dituakan yakni berinisial “AD” dan ia yang selalu mengajak rekan-rekannya melakukan kejahatan ini,” jelas Kapolres lagi.

“Saya berharap kepada masyarakat harus selalu berhati-hati, kemudian kepada orang tua hendaknya lebih meningkatkan pengawasan kepada anak-anak kita. Orang tua, keluarga adalah lingkungan yang paling kecil yang paling dekat dengan para anak-anak kita generasi muda kita. Kita berharap anak-anak kita benar-benar menjadi harapan kita semua, harapan orang tua, masyarakat maupun negara. Jangan sampai dari di bawah umur sudah melakukan hal-hal penyimpangan sampai melakukan tindak pidana, sayang orang tua yang sudah melahirkan dan membesarkan ternyata sia-sia,” pungkasnya. (CR-1/pojoksumut)



loading...

Feeds