Negara Nyaris Merugi Rp1,1 Miliar karena Ini…

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw saat memaparkan kasus penggagalan peredaran baju ilegal, Jumat (2/2/2018)

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw saat memaparkan kasus penggagalan peredaran baju ilegal, Jumat (2/2/2018)

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan peredaran 226 bal pakaian bekas dari luar negeri. Pengungkapan ini dilakukan selama bulan Januari 2018.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw mengungkapkan, penangkapan pertama dilakukan oleh Polres Asahan pada 16 Januari 2018 pukul 00.30 WIB. Dari penangkapan ini, disita 46 bal pakaian bekas yang akan diedarkan ke Kota Medan.

“Penangkapan ini dilakukan di Jalan Lintas Sumatera Kisaran Kabupaten Asahan. Puluhan bal pakaian bekas itu diangkut dengan mengendarai lima unit mobil truk,” ungkap kapolda dalam keterangan pers di Mapolda Sumut, Jumat (2/2/2018).

Penangkapan kedua, lanjutnya, dilakukan Polres Tanjungbalai pada Senin, 22 Januari sekitar Pukul 05.00 WIB. Pengungkapan ini dilakukan di Jalan Arteri Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai. Dari pengungkapan ini, polisi menyita 60 bal pakaian bekas eks luar negeri.

Terakhir, personil Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sumut pada 22 Januari, yang mengamankan 2 unit mobil mengangkut 120 karung balpres pakaian bekas yang diduga berasal dari luar negeri diselundupkan melalui perairan Tanjung Balai.

“Semua balpres pakaian bekas asal luar negeri itu rencananya akan dipasarkan ke Kota Medan,” ucap Paulus Waterpauw.

Ia menuturkan, dalam kasus ini diamankan sedikitnya 7 supir truk yang mengangkut pakaian bekas itu.

“Dengan pengungkapan ini, negara bisa mengalami kerugian mencapai Rp1,1 miliar. Sebab, para penyelundup tidak membayar pajak sehingga menimbulkan kerugian negara,” tandasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …