La Nyalla Kembali Tagih Utang ke PSSI, Ini Tanggapan Edy Rahmayadi

Edy Rahmayadi 
foto : dok/pojoksumut

Edy Rahmayadi foto : dok/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, KETUA PSSI, Edy Rahmayadi mengaku bingung dengan kasus penagihan utang La Nyalla Mattalitti ke persatuan sepakbola Indonesia tersebut.

“La Nyalla menagih utang ke PSSI. Utangnya pada saat beliau menjadi Ketua PSSI. Kok nagihnya ke saya? Saya sendiri aja bingung. Apa ini gitu?,” ujarnya saat ditemui di Medan, Sabtu (3/2/2018) siang.

Pun demikian, Edy menegaskan pihaknya siap membayar jika memang benar ada utang. “Saya bilang silahkan cek, audit. Kalau memang benar PSSI punya utang. Utang adalah dibawa mati. Ya harus kita ganti,” tegasnya.

“Tapi harus jelas dong. Karena PSSI milik rakyat, bukan milik Edy,” pungkasnya.

Seperti ramai diberitakan, Kuasa hukum La Nyalla Mattalitti, Aristo Pangaribuan, memastikan PSSI dan PT Liga Indonesia belum membayar utang kepada kliennya meski sempat menyatakan akan dicicil.

Aristo mengatakan asosiasi sepak bola Indonesia itu memiliki utang kepada La Nyalla sebesar Rp13,157 miliar, sementara operator liga sepak bola Indonesia berutang US$700 ribu atau sekira Rp9,1 miliar.

“Sebagai Ketua Umum saat itu, La Nyalla memberikan suntikan dana kepada PSSI dan paling banyak kepada Liga. Waktu itu juga untuk timnas ketika timnas tidak jadi main karena PSSI dibekukan, juga untuk gaji dan operasional PSSI karena PSSI kan tidak dapat uang dari pemerintah,” seperti dilansir CNN Indonesia, kemarin.

“Ini utang sudah lama, sejak Agustus 2017 saya juga sudah kiriim surat. Ini utangnya bertumpuk,” imbuhnya.

Menurut keterangan Aristo, setelah Edy Rahmayadi terpilih sebagai ketua umum PSSI, pihak La Nyalla juga sudah berkomunikasi langsung untuk penyelesaian utang. Namun, pihaknya diminta menunggu perhitungan dari akuntan PSSI.

Namun selepas komunikasi dan pertemuan, pihak La Nyalla merasa PSSI belum menunjukkan itikad baik untuk melunasi utang yang dijanjikan akan dibayar secara dicicil.

“Akhirnya diakui (PSSI punya utang). PSSI sudah menerbitkan surat pengakuan utang jumlahnya Rp13,9 miliar yang diakui PSSI dalam auditnya. Tapi kenapa sampai sekarang belum ada tanggapan ke kami?,” ucap Aristo.
Pada 7 Agustus 2017 lalu, perkara utang PSSI mulai terkuak setelah pihak La Nyalla secara resmi bersurat kepada Kementerian Menteri Pemuda dan Olahraga untuk memohon bantuan penyelesaian utang PSSI dan PT Liga Indonesia. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds