Tempat Hiburan Malam Ini Diduga Tak Berizin, Sudah Dua Bulan Beroperasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Tempat hiburan malam berkedok kafe, HolyWings Medan yang berada Jalan A Rivai, Kecamatan Medan Polonia diduga tidak memiliki izin. Padahal, kafe tersebut sudah dua bulan beroperasi.

“Hingga saat ini pihak manajemen maupun pengelola belum ada melapor sama pihak kecamatan maupun kelurahan setempat. Rencananya, minggu depan kami akan ke lokasi, tapi juga kordinasi ke Dinas Pariwisata. Apalagi tempat parkirannya mengganggu Jalan,” ujar Camat Medan Polonia M Agra Novrian, akhir pekan ini.

Sementara, M Andika selaku petugas Security mengaku bahwa pengunjung yang masuk ke HolyWings harus memesan/booking terlebih dahulu ke nomor 08111341168.

“Bapak sudah booking belum? Karena di sini kalau mau masuk harus di-booking dulu ke nomor 08111341168. Apalagi kalau hari Sabtu dan Minggu pengunjung rame,” ucap Andika.

Disinggung minuman jenis apa yang disediakan, Andika mengaku segala jenis minuman disediakan.

“Kami tutup jam dua pagi, jadi kalau pengunjung mabok ya mereka nyambung ke tempat diskotik yang buka,” ungkap Andika sembari mengatakan kalau sang manajer sedang berada di Jakarta.

Terpisah, Komisi C DPRD Medan Hendra DS mengaku, pihaknya sudah menerima laporan dari warga yang menyebutkan adanya tempat hiburan malam berkedok kafe beroperasi sampai pukul 02.00 wib dini hari di Jalan A Rivai Medan.

“Iya bang, kami juga dapat laporan dari warga atas beroperasinya tempat hiburan malam berkedok kafe bernama HolyWings. Dalam waktu dekat Komisi C DPRD Medan akan memanggil pihak pengelola berikut Dinas Pariwisata dan dinas terkait lainnya di Pemko Medan untuk minta penjelasan. Kita juga khawatir kalau tempat hiburan malam berkedok cafe itu dijadikan lokasi transaksi narkoba, apalagi tempat hiburan malam itu menyediakan minuman keras yang banyak dikunjungi remaja dan pelajar dan diduga tidak memiliki izin,” kata Hendra DS.

Oleh sebab itu, sambungnya, dia meminta kepada Pemko Medan untuk segera menutup tempat sementara hiburan tersebut.

“Apalagi lokasinya dekat dengan gereja dan masjid. Kawasan itu juga merupakan daerah pemukiman penduduk,” tandasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds