Filosofi Pajak Harusnya Dikembalikan Sebagai Hak Bukan Kewajiban

 Cerah Bangun

Cerah Bangun

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Filosofi pajak yang selama ini diartikan sebagai kewajiban dinilai kurang tepat. Untuk itu, sebaiknya filosofi tersebut dikembalikan dari sebuah kewajiban menjadi hak perpajakan.

Hal itu disampaikan Cerah Bangun, putra asal Sumatera Utara yang meraih gelar doktor hukum kepabeanan pertama di Indonesia akhir pekan lalu. Pria yang menjabat sebagai Kepala Kantor Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, baru saja mengikuti wisuda pascasarjana di Universitas Indonesia, yang juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Jika mengacu pada pasal 20 dan pasal 5 UUD 1945, maka disana akan terlihat bahwa pajak itu adalah kehendak. Karenanya, pajak itu adalah hak jadi bukan wajib pajak, sehingga sebutan wajib pajak kurang tepat,” tuturnya mengacu pada disertasi yang mengambil topik mengenai ‘Transformasi Penyelesaian Sengketa Nilai Pabean (Studi Sengketa Nilai Pabean di Pengadilan Pajak).

Ia menuturkan, dirinya sangat berharap disertasinya tersebut dapat memberikan sumbangsih besar dalam penyelesaian sengketa terutama yang berkaitan dengan perpajakan.

“Disertasi yang telah disusun, diharapkan dapat dijadikan referensi alternatif penyelesaian sengketa yang lebih berkeadilan, berkepastian dan berkemanfaatan,” ucap Alumni SMA Negeri 1 Kabanjahe ini.

Cerah Bangun merupakan Doktor ke-248 yang dihasilkan oleh Program Pascasarjana Fakultas Hukum UI. Ia juga merupakan putra asal Sumatera Utara berdarah suku Karo. Namanya yang unik, kerap memunculkan pertanyaan bagi rekannya.

“Nama ini diberikan orang tua saya, karena saya lahirnya pagi hari. Harapannya, masa depan saya cerah seperti nama yang diberikan,” ujarnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds