BI Sebut Permintaan Domestik Dorong Perbaikan Ekonomi Sumut

ilutrasi
pixabay

ilutrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara diperkirakan akan mengalami perbaikan, terutama ditopang oleh kuatnya permintaan domestik. Hal ini seiring dengan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat daya saing dan iklim usaha.

Direktur Bank Indonesia (BI) Sumut, Harries Meirizal mengatakan, perekonomian Sumatera Utara triwulan IV 2017 menunjukkan kinerja yang membaik. Realisasi pertumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) triwulan IV tercatat 5,56 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya 5,21 persen (yoy).

Peningkatan tersebut utamanya terjadi pada sektor domestik, di tengah melambatnya sektor eksternal. Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tahun 2017 tercatat 5,12 persen.

“Diperkirakan pemulihan ekonomi Sumatera Utara terus berlanjut. Selain itu, adanya Pilkada tahun 2018 juga berpeluang memberikan dampak positif bagi PDRB Sumatera Utara secara langsung dan tidak langsung melalui konsumsi rumah tangga,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikirim via email, Rabu (7/2/2018).

Menurutnya, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tahun ini berada pada kisaran 5,0-5,4 persen (yoy).

Lebih jauh dia mengatakan, investasi mendorong optimisme perbaikan pada triwulan IV 2017. Kinerja investasi tumbuh tinggi sebesar 8,71 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan III 2017 6,18 persen (yoy) dan merupakan yang tertinggi sejak tahun 2012.

Hal ini didorong kenaikan investasi bangunan, sejalan dengan realisasi pembangunan proyek infrastruktur pemerintah dan swasta yang agresif. Serta, tetap tingginya pertumbuhan investasi non bangunan yang didorong oleh pembelian mesin dan perlengkapan, sebagai indikasi penguatan aktivitas produksi serta peningkatan permintaan ke depan.

“Sejalan dengan hal tersebut, perekonomian triwulan IV juga didorong oleh masih solidnya konsumsi rumah tangga yang tercatat tumbuh 4,73 perse (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar 4,11 persen (yoy). Peningkatan tersebut diperkirakan didorong oleh konsumsi pakaian serta transportasi seiring dengan kegiatan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) dan libur akhir tahun,” sebut Harries.

Selain itu, sambungnya, akselerasi belanja pemerintah yang terkonsentrasi di akhir tahun juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2017. Sementara itu, pertumbuhan ekspor sedikit melambat seiring dengan berlangsungnya musim tren komoditas kelapa sawit sesuai dengan pola musimannya.

“Peningkatan kinerja sektor utama menunjang percepatan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara di triwulan IV 2017. Dari sisi sektoral, kinerja sektor utama tercatat tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kinerja sektor pertanian yang merupakan sektor andalan Sumatera Utara tercatat meningkat signifikan dari 3,13 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 7,93 persen (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan produksi tanaman pangan serta hortikultura seiring dengan cuaca yang kondusif,” tandasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds