Terungkap! Begini Sadisnya Siswa SMA Ini Menghabisi Teman Ceweknya…

Tersangka yang juga masih pelajar dibekuk Polda Bengkulu.
Foto : Bengkulu Ekspress/JPG

Tersangka yang juga masih pelajar dibekuk Polda Bengkulu. Foto : Bengkulu Ekspress/JPG

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Drs. Budiman Ismaun melalui Kepala Bidang Pendidiman SMA, R Wahyu DP mengucapkan turut berduka cita atas ditemukanya pelajar SMAN 4 Kota Bengkulu dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Dikatakan Wahyu, kejadian ini merupakan hal buruk terhadap dunia pendidikan karena korban dan pelaku adalah sama-sama seorang pelajar.

Disinggung soal tawuran antar pelajar, Wahyu mengaku belum mendapatkan laporan, ia meminta semua pihak dapat menahan diri. Dan menyerahkan sepenuhnya persoalan ini pada aparat hukum.

“Kita serahkan pada aparat supaya menyelesaikan permasalahan sehingga jelas motifnya, semua pihak sekolah dan anak menahan diri supaya pihak berwajib dapat menyelesaikan tugasnya dengan cepat, ” tutupnya.

Pelajar SMAN 4 Datangi SMAN 7

Belasan pelajar SMAN 4 beramai-ramai mendatangi SMAN 7 di Jalan Sadang Lingkar Barat, sore kemarin. Kedatangan pelajar ini diduga kuat ada hubungannya dengan kasus pembunuhan Auzia. Sebab, kejadian ini tepat setelah Polisi berhasil menemukan jasad Auzia di Lentera Merah dengan kondisi yang tubuh yang terpisah-pisah dan sudah membusuk.

Menurut pengakuan saksi mata, Wiji Astuti, kedatangan siswa tersebut ketika jam pulang sekolah sekitar pukul 15.30 WIB. Dimana ada segerombolan pelajar menggunakan motor memadati gerbang masuk SMAN 7 tersebut. Dan sempat membuat kemacetan dikarenakan kondisi jalan yang sempit.

Hanya saja ia mengaku tidak mengetahui secara jelas apa yang terjadi di lokasi tersebut karena meskipun sempat macet tetapi tidak ada keributan apapun.

“Tapi saya tidak tahu apakah itu anak SMAN 4 apa bukan. Tapi yang jelas banyak polisi di sini tadi yang memang sudah nunggu dari siang, dan guru-guru sama Satpam sekolah juga sempat keluar mengusir anak-anak sekolah itu,” kata Astuti kepada BE.

Ia juga mengungkapkan tidak ada perkelahian seperti layaknya tawuran antar sekolah, karena ketika Satpam bersama polisi datang, para siswa langsung bubar. Namun, polisi masih menunggu hingga pukul 17.00 WIB sampai kondisi benar-benar kondusif.

“Kalau sampai tawuran itu tidak ada. Tapi memang sempat ramai dan macet. Tapi tidak lama, karena ada polisi,” beber ibu paruh baya pemilik warung makan di depan SMAN 7 ini.

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Satpam Sekolah, Leman, mengaku memang ada siswa dari sekolah lain tetapi ia tidak mengetahui secara pasti siswa tersebut berasal dari sekolah mana. Sebagai petugas keamanan sekolah, ia hanya menertibkan keramaian yang terjadi pada saat jam pulang sekolah tersebut.

Saat ditanya soal tawuran, Leman mengaku tidak ada perkelahian apapun antar pelajar tersebut. Dan ia juga tidak berani menduga bahwa kejadian ini dikaitkan dengan kasus pembunuhan salah satu siswi SMAN 4.

“Memang tadi ada ramai-ramai di depan, katanya ada tawuran, tapi saya lihat tidak ada tawuran, biasa-biasa saja. Jadi ada kejadian apa saya kurang tahu. Saya belum bisa berikan keterangan karena belum jelas ada persoalan apa,” jelas Leman. (805/247/167/BE/jpg/nin)



loading...

Feeds