Demi Bebaskan Dua Komedian dari Penjara Hongkong, Eko Patrio Rela Bayar Rp78 Juta

Eko Patrio
foto : Hello-PET

Eko Patrio foto : Hello-PET

POJOKSUMUT.com, KASUS dua komedian Indonesia yang ditahan di Hongkong memantik reaksi Perwakilan Persatuan Seniman dan Komedian Indonesia (PaSKI) dengan menyambangi kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, pada Jumat (9/2/2018).

Diwakili oleh komedian Eko Patrio, Kadir, Derry 4 Sekawan, Jarwo Kwat, Ruben Onsu dan Raffi Ahmad, mereka datang untuk meminta kejelasan status dari dua komedian Indonesia yang diberitakan tersandung kasus imigrasi di Hongkong.

Dimana kedua komedian tersebut berasal dari Jawa Timur bernama Yudo Prasetyo (Cak Yudo) dan Deni Afriandi (Cak Percil). Keduanya, ditangkap oleh Otoritas Hongkong pada Minggu, (4/2/2018) dengan dugaan menyalahgunakan visa. Saat ini, berada di Penjara Lai Chi Kok, Hongkong.

“Saya dan teman-teman yang tergabung dalam PaSKI datang ke sini untuk menanyakan sudah sejauh mana berkaitan pendampingan advokasi dua komedian ini. Sebelumnya, udah nelpon bu menteri. Sekarang akan bertemu wakil menteri, bagaimana pun kasusnya, kalau terkait komedian, kami usahakan membantu yang terbaik,” jelas Eko Patrio.

Namun, dia juga mengatakan bahwa kasus imigrasi ini seharusnya menjadi edukasi bagi para pekerja seni untuk lebih berhati-hati terkait penggunaan visa. Sebab, Eko menyadari bahwa kesalahan terletak di dua komedian tersebut.

“Kasus ini harusnya jadi pelajaran untuk para pekerja seni agar lebih teliti soal visa dan acara. Harusnya panitia sana juga bertanggung jawab. Khusus komedian ini, saya akan mengawal, berkaitan dengan apa yang akan dilakukan KJRI (Konsulat Jendral Republik Indonesia) di sana, berapa lama prosesnya,” ujarnya.

Eko berharap dua komedian tersebut tidak ditahan. Walaupun, ditemukan ada kesalahan imigrasi.

Eko juga mengaku tak mengenal keduanya. Namun, dia menegaskan akan berusaha semaksimal mungkin agar keduanya dapat dibebaskan. Bahkan, dia mengungkapkan jika perlu membayar denda yang dikabarkan mencapai Rp78 juta rupiah.

“Kalau benar denda Rp78 juta bisa saya kasih hari ini cash (tunai). Bagaimanapun di penjara nggak nyaman. Keluarganya kasihan nungguin di rumah,” tegasnya.(ce1/yln/JPC/JPG/nin)



loading...

Feeds