Terungkap! Terpidana Mati Bandar Sabu Asal Sumut Ini Pernah Berusaha Suap Budi Waseso

AKP Ichwan Lubis (kiri) dan Togiman alias Toge alias Tony (kanan), bandar narkoba.

AKP Ichwan Lubis (kiri) dan Togiman alias Toge alias Tony (kanan), bandar narkoba.

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Keterangan mengejutkan datang dari Komjen Budi Waseso, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Dia menyebutkan sangat jengkel dengan ulah Togiman alias Toge, terpidana mati asal Sumatrea Utara (Sumut) yang terancam divonis mati kali ketiga.

Komjen Budi Waseso menuturkan, Toge ini dulunya pernah berupaya untuk menyuap dirinya. ”Caranya, dengan melalui perantara seorang aparat yang mencatut nama saya,” terangnya.

Setelah divonis mati, ternyata Toge masih juga belum menyadari perbuatannya. Berkali-kali dia mampu mengendalikan penyelundupan narkotika dari balik penjara.

Pertanyaannya yang muncul adalah bagaimana caranya Toge ini mendapat keleluasaan di Lapas. ”Tentunya saja ada oknum yang bermain, suap sana sini,” ujarnya.

Bahkan, sudah sering kali semua mengetahui adanya sipir yang ditangkap karena membawa narkotika. BNN juga baru saja melakukan penangkapan kembali pada oknum sipir pelindung bandar.

”Sipir ini waktu ditangkap di sakunya ditemukan narkotika. penuh kantong kanan dan kiri narkotika semua,” ujarnya.

Kondisi itu, membuat pemberantasan narkotika menjadi begitu sulit. BNN, Ditjen Bea Cukai dan Polisi mengalami kesulitan yang luar biasa karena bandar yang bekerjasama dengan oknum. ”Ini beban juga untuk negara,” terang mantan Kabareskrim tersebut.

Belum lagi, negara yang harus membiayai hidup para bandar narkotika ini. Toge yang sudah vonis mati ini malah tidak mati-mati.
”Kita semua yang biayai dia makan. Tapi, malah dia edarkan racun untuk generasi bangsa,” ungkapnya.

Biaya yang begitu besar juga dikeluarkan untuk merehabilitasi para pengguna narkotika. Kondisi itu padahal terjadi karena bandar-bandar yang saat ini divonis mati itu. ”Persoalan narkotika ini sudah begitu pelik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan ( Ditjen Pas) Ade Kusmanto mengatakan, pemindahan Toge dari Medan ke Nusakambangan belum bisa dipastikan.

Sebab, saat ini, Toge masih dalam proses penilaian (assesment) di Ditjenpas. Setelah proses itu selesai, pihaknya masih harus berkoordinasi dengan pihak BNNP Sumut dan BNN. “Belum bisa dipastikan sekarang,” ujarnya saat dihubungi. (idr/tyo/jpnn/nin)



loading...

Feeds