IWO Runner Up Turnamen Futsal Antar Media, Galang Dana untuk Salwa

Tim IWO berfoto bersama Ketua PSSI Edy Rahmayadi usai partai final turnamen futsal antar media Eramas

Tim IWO berfoto bersama Ketua PSSI Edy Rahmayadi usai partai final turnamen futsal antar media Eramas

 

POJOKSUMUT.com, MEDAN- Kejutan Tim Futsal Ikatan Wartawan Online (IWO) di Turnamen Futsal Antar Media, Eramas berakhir dengan kepastian merebut peringkat runner up.

Hasil tersebut setelah di partai final, IWO harus mengakui keunggulan Tim Mesin Cuci FC yang beranggotakan sejumlah wartawan yang biasa nongkrong di Warkop Jurnalis, dengan skor tipis 3-2 dalam pertandingan yang dilangsungkan di Total Futsal Jalan Dr Mansyur Medan pada Jumat petang, 9 Februari 2018.

Tim IWO yang dianggap sebagai kuda hitam dalam turnamen kali ini menurunkan skuad terbaiknya dalam pertandingan ini. IWO menurunkan Askar (kiper), Ilham Popaye, Budi Warsito, Mukhtar dan Amri sebagai starter.

Sedangkan Mesin Cuci FC mempercayai starting five-nya kepada Putra (kiper), Jonris Purba, Jefris Santama, Nugik dan Ferry.

Pertandingan final antara kedua tim berlangsung ketat dan menarik sejak menit awal.

Kedua tim saling menekan dan berusaha mencari gol perdana. Dihadapan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, yang ikut menghadiri partai puncak ini, para pemain menunjukkan aksi-aksi gemilangnya diatas lapangan hijau.

Mesin Cuci FC yang lebih diunggulkan mampu memimpin lebih dulu melalui tembakan Nugik. Berawal dari sebuah kemelut di depan circle penalti Tim IWO, Nugik yang melihat celah melepaskan tendangan menyusur tanah yang tidak mampu dijangkau kiper IWO, Askar.

Kebobolan satu gol, Tim IWO mulai meningkatkan intensitas serangannya. Hasilnya terlihat melihat sebuah pergerakan brilian dari Mukhtar. Melewati dua penjagaan lawan, Muktar dengan gemilang menakhlukkan kiper Mesin Cuci FC, Putra.

Bahkan IWO berhasil berbalik unggul beberapa menit setelahnya. Sebuah serangan balik yang bermula dari lemparan kiper IWO, berhasil dituntaskan Reza dengan tendangan first time.

Usai gol kedua IWO, tensi pertandingan semakin meningkat. Benturan-benturan antar pemain pun tidak terhindari. Namun sikap fairplay ditunjukkan pemain dari kedua tim, sehingga jalannya pertandingan tetap dapat terkontrol.

Meski begitu, efek kerasnya laga membuat Mesin Cuci FC mendapatkan dua kali tendangan penalti dari titik dua. Sayangnya hanya satu dari dua tendangan penalti tersebut yang berhasil dimanfaatkan Mesin Cuci FC.

Jonris Purba, berhasil membayar kesalahannya melalui sebuah tendangan keras dari titik penalti dikesempatan kedua. Kapten Tim Mesin Cuci FC tersebut mengantarkan timnya menyamakan kedudukan sekaligus membayar kesalahan yang gagal menjalankan tugasnya dengan baik dikesempatan pertama.

Skor imbang 2-2 membawa kedua tim mengakhiri babak pertama.

Dibabak kedua, irama pertandingan tidak berubah jauh. Hanya saja kali ini, Tim IWO lebih banyak menunggu dan mengandalkan serangan balik.

Sedangkan Tim Mesin Cuci FC lebih banyak menguasai bola.

Beberapa peluang yang didapatkan kedua tim masih belum membuahkan hasil sampai 10 menit usia pertandingan babak kedua.

Kedisiplinan lini belakang dan tangguhnya kedua kiper dibawah mistar membuat skor imbang bertahan hingga waktu time out yang diminta oleh Tim Mesin Cuci FC.

Keputusan time out yang diminta Tim Mesin Cuci FC rupanya menjadi titik balik berakhirnya kejutan oleh Tim IWO selama turnamen.

Terbukti dengan gol yang bersarang digawang Tim IWO yang dicetak Jefris Santama di menit ke 13 babak kedua.

Gol Jefris akhirnya menjadi cerita akhir partai puncak Turnamen Futsal Antar Media, Eramas.

Hingga akhir pertandingan, Tim IWO tidak mampu menyamakan kedudukan dan harus mengakui keunggulan Mesin Cuci FC dengan skor 3-2.

Tim Mesin Cuci FC selaku juara pun berhak menerima trofi, kalungan medali dan uang pembinaan sebesar lima juta rupiah.

Sedangkan IWO menerima trofi, medali dan uang pembinaan sebesar empat juta rupiah.

Ditempat ketiga, Tim Tribun Medan yang pada perebutan juara ketiga mengalahkan Pewarta Binjai, mendapat trofi, kalungan medali dan uang pembinaan sebesar tiga juta rupiah.

Sementara Pewarta Binjai yang harus puas berada ditempat keempat, mendapatkan trofi dan uang pembinaan sebanyak dua juta rupiah.

Dalam pergelaran partai puncak, para wartawan -peserta dan panitia turnamen- juga melakukan aksi penggalangan dana untuk bayi Salwa Nurhafizah. Bayi berumur dua tahun tersebut mengidap penyakit penyempitan jantung dan saat ini sedang membutuhkan biaya yang besar untuk proses penyembuhan.

Bahkan dikabarkan, orangtua Salwa harus sampai menjual tanah dan rumahnya untuk pembiayaan pengobatan Salma. Saat ini, anak dari pasangan yang berasal dari Kabupaten Batubara sedang dirawat disalah satu rumah sakit swasta di Kota Medan.

(sdf/pojoksumut)



loading...

Feeds