JR Saragih-Ance Dicoret KPU, Begini Tanggapan Bawaslu Sumut

JR Saragih menangis menerima kenyataan pencalonannya dibatalkan KPU Sumut.
Foto : ist/pojoksumut

JR Saragih menangis menerima kenyataan pencalonannya dibatalkan KPU Sumut. Foto : ist/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Drama Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) menjadi tontonan menghebohkan dengan episode paling banyak dibicarakan, sejak Senin (12/2/2018) hari ini.

Ini setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara mencoret nama JR Saragih-Ance Selian karena terganjal masalah ijazah. Pencoretan yang dianggap rancu banyak pihak, mengingat JR sebelumnya mulus dalam pencalonan hingga jadi Bupati Simalungun.

Kejadian inipun Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut Syafrida Rahmawati Rasahan.

Syafrida mengatakan, ketetapan soal pencalonan di Pilgub ini adalah mutlak ada di tangan KPU Sumut. Sebab ketentuan yang digunakan adalah regulasi KPU secara nasional melalui PKPU 3/2017 tentang Pencalonan Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah.

“Terkait bahwa dari tiga pendaftar, hanya ada dua yang diloloskan, karena dianggap ada yang tidak memenuhi syarat, bagi kita itu merupakan hak KPU berdasarkan ketentuan yang KPU punya, untuk penetapan. Dan pada prinsipnya, Bawaslu hanya bertugas mengawasi dan siap menindaklanjuti bila ada laporan ataupun sengketa yang akan diajukan ke kita,” sebut Syafrida.

Untuk pendaftaran sengketa atau gugatan tersebut lanjut Syafrida, ada waktu tiga hari sejak penetapan pasangan calon atau atau hingga 14 Februari besok. Sedangkan untuk prosesnya, akan dimulai setelah didaftarkan, yakni 12 hari kalender dari 15-26 Feberuari 2018.

”Berarti kalau dia mulai jalan (proses sidang di Bawaslu Sumut) 15 Februari, maka plus 12 hari kalender, sudah bisa diambil keputusan. Bisa saja mengamini tuntutan tersebut, tergantung nanti pembuktiannya seperti apa,” katanya. (bal/JPG/nin)



loading...

Feeds