Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Musnahkan Barang Bukti Kasus

Pemusnahan barang bukti berupa Narkotika Jenis sabu-sabu, pil ekstasi dan happy five yang di laksanakan oleh Kajari Kota Tanjungbalai, Selasa (13/2/2018)
Foto : Taufik/Pojoksumut

Pemusnahan barang bukti berupa Narkotika Jenis sabu-sabu, pil ekstasi dan happy five yang di laksanakan oleh Kajari Kota Tanjungbalai, Selasa (13/2/2018) Foto : Taufik/Pojoksumut

POJOKSUMUT.com, KEJAKSAAN Negeri Kota Tanjungbalai melakukan pemusnahan barang bukti kasus periode Agustus 2017 hingga Januari 2018 di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tanjungbalai, di Jalan Jendral Sudirman KM 1, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Selasa (13/2/2018).

Pemusnahan tersebut terdiri dadri sabu-sabu 143 perkara sebanyak 495,19 gram, ganja 11 perkara sebanyak 913,26 gram, ekstasi 4 perkara sebanyak 100 gram, Happy five (H5) 2 perkara sebanyak 0, 50 gram. Selain itu, juga ada handphone sebanyak 75 unit serta barang bukti lainnya perkara orang dan harta benda (Oharda) dan Keamanan negara dan ketertiban umum (Kemnegtibum) 11 perkara sebanyak 11 jenis barang bukti.

Jumlah perkara yang berkekuatan hukum tetap yang barang buktinya dirampas untuk dimusnahkan dari bulan Agustus 2017 sampai dengan Januari 2018 yang berjumlah 180 perkara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tanjungbalai, Zulfikar Tanjung menjelaskan kesemua yang dimusnahkan merupakan barang bukti hasil sisa LAB yang dilakukan oleh penyidik, berdasarkan penetapan yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Negri Kota Tanjungbalai untuk dijadikan sebagai bukti di persidangan.

“Tentu selebihnya Undang-undang memberikan kewenangan kepada penyidik untuk melakukan pemusnahan terlebih dahulu, tentu kewenangan yang diberikan oleh Undang-undang ini yang tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan. Apalagi dari proses persidangan sampai ke eksekusi itu sangat banyak peluang. Tentu inilah salah satu tujuan dari Undang-undang sehingga penyidik diberikan kewenangan terlebih dahulu memusnahkan kemudian menyisihkan sebahagian untuk barang bukti di persidangan,” ungkapnya.

Kajari menambahkan, pihaknya sengaja mengundang peserta didik untuk ikut serta menyaksikan pemusnahan barang bukti sebagai wadah pembelajaran.

“Yang perlu kita ketahui adalah secara Undang-undang dilarang, di samping merusak kesehatan tentu juga ada ancaman pidananya. Kepada anak-anak peserta didik agar Narkotika ini jangan sampai coba-coba. Karena akan ketagihan, kalau sudah ketagihan akan susah untuk berhentinya,” tegasnya. (CR-1/pojoksumut)



loading...

Feeds

Aura Kasih Ngaku Gak Kuat Jalani LDR

Pojoksumut.com, Jakarta- Siapa sih yang mau jauh-jauh dari sang kekasih? Menjalani hubungan jarak jauh alias LDR (long distance relationship) dengan …