Sembilan Jenazah Ditemukan Mengapung, Diduga ABK KM Mega Top III

Keluarga menanti kepastian di RS

Keluarga menanti kepastian di RS

POJOKSUMUT.com, SIBOLGA-Secercah harapan tentang kepastian kabar hilangnya puluhan anak buah kapal (ABK) KM Mega Top III yang hilang mulai muncuat. Ini setelah beredarnya informasi satu unit kapal pompong Meulaboh menemukan 9 jenazah mengapung di perairan antara Pulau Babi dan Sinabang.

Dari sumber yang diperoleh mengatakan kesembilan jenazah itu ditemukan pada Senin (12/2/2018) siang.

“Iya, tapi belum pasti, hanya informasi saja. Siang kemarin katanya dapat. Kalau nggak salah sekitar Pulau Babi dan Sinabang,” kata sumber yang tak ingin namanya disebutkan, Selasa (13/2/2018) seperti dilansir New Tapanuli (Grup pojoksumut).

Hanya saja, posisi jenazah saat ini juga belum diketahui. “Apakah masih mengapung di air atau sudah mereka bawa ke darat? Nggak tahu kita,” ungkapnya.

Namun, dari informasi tersebut mengatakan bahwa dari 9 jenazah yang ditemukan, salah satunya adalah tekong kapal pompong yang sebelumnya naik ke KM Mega Top III untuk memperbaiki peralatan kapal yang rusak.

“Kabarnya, salah satunya adalah tekong kapal pompong itu. Yang naik ke KM Mega Top. Tapi pastinya kita lihat saja nanti,” pungkasnya.

Hingga kini, dia bersama rekannya yang lain masih berusaha mencari informasi pasti mengenai penemuan mayat tersebut.

Sementara itu, Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hatorangan Hariandja bersama Dandim 0211/TT Letkol Jimmy hadir pada malam penerimaan jenazah yang diduga merupakan salah satu ABK KM Mega Top III di dermaga KNTM Sibolga.

Dalam keterangan persnya, Kapolres mengatakan bahwa Polda Sumut akan mengerahkan 3 dokter forensic untuk mengambil sample jenazah dan dibandingkan dengan sample keluarga ABK KM Mega Top III.

“Sementara akan dimasukkan ke lemari pendingin rumah sakit biar awet. Setelah itu, Rabu (14/2/2018) tim dari Polda akan datang di bawah pimpinan Kombes Nyoman. Kalau memang besok (Selasa) ada pesawat, besok siang. Tapi paling lambat Rabu sudah sampai. Ada 3 orang yang akan datang dari Polda. Dokter forensik harus di sini untuk mengambil sample 29 keluarga itu (ABK KM Mega Top III),” kata Kapolres.

Dijelaskan, bagian-bagian jenazah yang akan dijadikan sample pembanding adalah rambut, gigi dan sidik jari.
“Rencana kalau tidak rambut, mungkin gigi, yang menjadi pembanding mereka. Kalau misalnya sidik jari masih ada, sidik jari yang akan mereka ambil,” jelasnya.

Untuk mekanisme pengambilan sample, pihaknya terlebih dahulu akan mendata ke 29 keluarga ABK KM Mega Top III. Selanjutnya, pihak keluarga tersebut dipanggil satu per satu untuk diambil sample.
Yang menemukan mayat, menurut informasinya nelayan. Belum pasti dimana posisi ditemukannya mayat. Tapi masih jauh dari Nias. Sample yang mau diambil banyak, ada 29. Nanti akan didata dulu dan dipanggil satu per satu. Nanti akan dibandingkan dengan sample jenazah yang ditemukan itu,” terangnya.

Untuk sementara, pihak keluarga diberi kesempatan untuk melihat jenazah di kamar jenazah RSU FL. Tobing.

“Silahkan keluarga yang mau melihat, nanti kita atur dengan TNI. Silahkan lihat sampai puas. Kalau memang bukan keluarganya, keluar, lanjut dengan keluarga lainnya, begitu selanjutnya sampai 29 keluarga,” imbuhnya.

Amatan di RSU FL Tobing, pihak kepolisian memanggil satu per satu keluarga ABK KM Mega Top III untuk masuk ke ruang jenazah. Polisi berharap dari ciri-ciri pakaian dan tubuh yang tersisa dapat menunjukkan identitas sementara jenazah sebelum hasil labfor keluar. (ts/ara/nt/jpg)



loading...

Feeds