Pengemudi Taksi Online Geruduk Kantor Gubsu, Tolak Penetapan Permenhub 108/2017

Massa pengendara taksi online menyemut di depan Kantor Gubernur Sumut, Rabu (14/2/2018).
Foto : fir/pojoksumut

Massa pengendara taksi online menyemut di depan Kantor Gubernur Sumut, Rabu (14/2/2018). Foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Puluhan pengemudi taksi online yang tergabung dalam Asosiasi Transportasi Online (ATO) melakukan demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (14/2/2018).

Dalam aksinya yang didukung oleh kelompok mahasiswa dari Forum Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Karo menolak keras kebijakan Gubsu, yang sudah menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 108 tahun 2017.

Menurut massa, penerapan Permenhub tersebut belum berkekuatan hukum tetap. Sebab, saat ini aturan itu sedang diuji materi di Mahkamah Agung (MA) dengan dasar karena bertentangan dengan UU LLAJ Nomor 22 tahun 2008 tentang UMKM.

“Bahwa Permenhub 108/2017 belum berlaku dan menjadi aturan yang mengikat atau belum berkekuatan hukum tetap. Hal ini karena hakim MA sedang menilai materi muatan peraturan tersebut, apakah sudah sesuai dengan regulasi yang di atasnya,” ujar Koordinator Aksi, Julianus Sembiring.

Diutarakan dia, apabila Pemprov Sumut mengeluarkan aturan itu maka dinilai cacat hukum dan dianggap kebijakan yang ilegal.

“Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi) dalam pernyataannya di beberapa media, menunda Permenhub. Sebab, saat ini masih dalam tahap kegiatan sosialisasi mulai 1 s/d 14 Februari. Sedangkan mulai 15 s/d 28 Februari,” cetusnya.

Sementara, dalam aksi tersebut massa dari ATO yang melakukan aksinya mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.

Selain itu, para pengemudi online, juga melakukan aksinya dengan membawa mobil-mobil mereka ke depan Kantor Gubsu.

Terlihat juga para petugas kepolisian mengatur arus lalu lintas di kawasan tersebut untuk mengurai kemacetan di lokasi aksi. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

DCS Masih Bisa TMS, Ini Faktornya…

Komisioner KPU Medan Pandapotan Tamba menambakan, dari DCS yang diumumkan jika ada TMS otomatis nomor bacaleg di bawahnya naik ke …