Gara-gara Ini,  Nelayan Jaring Tradisional dan Pukat Tarik Mini Kembali Bentrok

Foto kapal pukat tarik mini yang nyaris terbakar karena dilemparnya sesuatu benda oleh nelayan jaring tradisional.

Foto kapal pukat tarik mini yang nyaris terbakar karena dilemparnya sesuatu benda oleh nelayan jaring tradisional.

 

 

POJOKSUMUT.com, SATU unit kapal nelayan pukat tarik mini nyaris terbakar akibat bentrok dengan kapal nelayan jaring tradisional, Jumat (16/2/2018).

 

Diduga peristiwa ini dilatarbelakangi perbedaan pandangan keduanya.

Beruntung, kejadian tersebut bisa dicegah oleh Satuan Polisi Air (Satpol Air) dibantu Personil Polsek Sei Kepayang dan BKO Brimob, sehingga api yang membakar kapal pukat tarik mini tersebut dapat dipadamkan dan bentrokan pun bisa diamankan melalui mediasi.

Kapolres Kota Tanjungbalai, AKBP Tri Setyadi Artono yang berhasil dikonfirmasi membenarkan hal itu.
Kapolres menjelaskan bahwa Kasatpol Air mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada dugaan di tengah laut wilayah perairan Asahan ada bentrokan antara masyarakat nelayan jaring tradisional dengan nelayan pukat tarik mini.

“Kita selidiki dan datangi kelokasi, ternyata benar adanya dugaan bentrokan tersebut. Di sana ada dari masyarakat Perintis Kecamatan Tanjungbalai sebagai nelayan nelayan jaring tradisional kemudian dari nelayan pukat tarik mininya warga Kecamatan Sei Kepayang,
Situasi sempat memanas mungkin karena ada perbedaan pandangan sehingga ada debat terus perahu semakin banyak berkumpul,” jelasnya.

“Kemudian anggota kita datang bersama pos Bagan Asahan Polsek Sei Kepayang untuk memediasi mencegah agar jangan terjadi bentrokan, ternyata ada semacam pelemparan barang mengenai salah satu perahu nelayan pukat tarik mini. yang sempat membakar sedikit jerigen tempat ikan, atau semacam tempat penyimpanan ikan. Tapi bisa diatasi, jadi tidak ada masalah,” beber Kapolres

Sebelumnya beredar informasi atau  ada pembakaran kapal oleh masyarakat nelayan, Kapolres menepis hal itu, menurutnya  informasi atau pemberitaan tentang pembakaran kapal itu tidak benar.

“Jadi informasi atau pemberitaan tentang pembakaran kapal itu tidak benar. Kita sudah cegah cepat, kita sudah turun ke sana. Polair, juga di Bagan Asahan ada BKO dari Brimob juga membantu.  Akhirnya bisa kita cegah bentrokan tersebut, trus dihimbau balek kanan semua atau membubarkan diri kembali ketempat masing-masing,” terangnya.

Karena kedua kubu adalah masyarakat Kabupaten Asahan, Kapolres Tanjungbalai mengundang Kapores Asahan untuk sama-sama mengimbau satu-satu pihak untuk mengadakan mediasi.

“Besok kita akan adakan mediasi di Satpol Air Kota Tanjungbalai. Kemudian kewenangan Kopolisian untuk diperairan ada Satpol air Tanjungbalai, jadi kita tidak menghendaki adanya permasalahan atau perselisihan antara nelayan-nalayan baik itu nelayan  Asahan maupun Tanjungbalai tetap kondusip,” tambah Kapolres.

“Harapan saya agar masyarakat bisa mencari makan dari sumber laut yang kita miliki di sini, tapi tidak melanggar aturan atau tidak melanggar Hukum yang berlaku di wilayah kita maupun di Negara Indonesia,” tegasnya. (CR-1/pojoksumut)

 



loading...

Feeds