Gara-gara Ini Liga 1 Tak Boleh Kick Off

 Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) memberikan penjelasan dalam diskusi di kantor Jawa Pos Graha Pena Surabaya (19/8). (Dite Surendra/Jawa Pos/JawaPos.com)

Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) memberikan penjelasan dalam diskusi di kantor Jawa Pos Graha Pena Surabaya (19/8). (Dite Surendra/Jawa Pos/JawaPos.com)

POJOKSUMUT.com, Kick off Liga 1 2018 direncanakan berlangsung 10 Maret mendatang. Jadwal tersebut sebenarnya mundur dari semula 3 Maret 2018.

Tetapi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus menyelesaikan kewajiban musim lalu. Itu menjadi syarat utama Liga 1 2018 bisa bergulir. Hal itu disampaikan Joko Driyono, Plt. Ketua Umum PSSI.

Joko menyatakan banyak agenda internasional yang melibatkan PSSI pada 2018, termasuk Asian Games. Terkait kompetisi lokal, PSSI meminta PT LIB untuk menyelesaikan segala tunggakan sebelum kompetisi bergulir.

“Kalau belum lunas, kick off Liga tidak akan dimulai dulu,” terangnya setelah menggelar pertemuan dengan Kemenpora, di Jakarta, Rabu (21/2).

Sebagaimana diketahui, PT.LIB masih punya kewajiban kepada para klub Liga 1 2017 lalu. Informasi yang berkembang, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akhir Februari ini, menjadi momentum penyelesaian sengkarut masalah subsidi tersebut.

Selain itu, jadwal mundur memaksa PT. LIB harus memaksimalkan sisa waktu yang ada. Sebab, pada Asian Games 2018 mendatang, Joko menggaransi kompetisi Liga 1 harus off. “Ini event yang mungkin gak bisa terulang,” terang Joko.

Dalam pertemuan tersebut, Menpora Imam Nahrawi juga mengingatkan agar pemain tetap diperhatikan. Khususnya yang terkait dengan asuransi pemain dalam kompetisi.

“Kami sudah minta ke PSSI dan PT LIB agar menjamin asuransi pemain, biar kalau ada masalah di tengah jalan, ada solusi,” sebut Imam.

Itu merupakan hasil pertemuan antara Imam dengan APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia) sehari sebelumnya. Masalah sengket pemain dengan klub juga menjadi bahasan tersendiri.

Pembentukan NDRC (National Dispute Resolution Chamber) atau Badan arbitrase sepak bola Indonesia menjadi solusi nyata untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria menjelaskan NDRC bakal diluncurkan sebelum liga bergulir. Komposisinya yakni lima orang, antara lain 2 orang wakil APPI, 1 wakil PSSI, dan 2 orang lainnya berstatus arbiter yang ditunjuk PSSI.

“Tinggal finishing, kemungkinan akhir bulan ini sudah terbentuk, orang-orangnya sudah ada,” sebut Tisha.

Sementara itu, Kemenpora juga mendukung penuh untuk pemusatan latihan Timnas U-23 yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018.

Dana pelatnas sepak bola putra dan putri mencapai Rp 25 Miliar yang sudah disetujui Kemenpora. “Sejauh ini sudah kami serahkan 70 persen,” terang Imam.

Untuk penggunaan tempat latihan di Lapangan ABC, Senayan juga menjadi persoalan lain. Sejauh ini PSSI harus bayar, dengan biaya Rp 2,8 juta sekali sesi.

Tetapi PSSI sudah berkirim surat kepada Kemenpora untuk rekomendasi pengurangan biaya sewa yang nantinya akan difollow up ke PPK GBK.

“Tinggal tunggu hasilnya,” timpal Ratu Tisha.
(nap/jpg/sdf)



loading...

Feeds