Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, Pembelajaran Harus Lebih Inovatif

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom  saat memantau pelaksanaan ujian tulis seleksi jalur mandiri, beberapa waktu lalu.
(fir/pojoksumut)

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom saat memantau pelaksanaan ujian tulis seleksi jalur mandiri, beberapa waktu lalu. (fir/pojoksumut)

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Era Revolusi Industri 4.0 sedang dihadapi oleh Indonesia. Era tersebut menuntut di segala bidang termasuk pendidikan tinggi meningkatkan kualitasnya seiring bergulirnya globalisasi atau pasar bebas.

Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd mengatakan, di era pada abad 21 ini perguruan tinggi harus dapat mempersiapkan generasi baru yang mampu menghadapi tantangan pada zamannya. Salah satu yang perlu dilakukan yakni dengan pembelajaran harus lebih inovatif.

“Ada lima elemen penting yang harus menjadi perhatian dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, paling utama adalah mempersiapkan sistem pembelajaran yang lebih inovatif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang IT/ICT dan Big Data Analitic,” ungkap Syawal di Medan baru-baru ini.

Selain pembelajaran lebih inovatif, lanjutnya, perguruan tinggi memiliki rekontruksi kebijakan kelembagaan yang adaptif dan responsif seperti menerapkan Cyber University. Sebab, hal ini menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Tak hanya itu saja, sambung dia, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki kampus khususnya dosen juga harus responsif, adaptif dan handal. Selanjutnya, mempunyai terobosan-terobosan baru dalam pengembangan kualitas riset dan inovasi perusahaan berbasi teknologi.

“Tantangan lulusan perguruan tinggi termasuk Unimed, tentu harus mampu menyesuaikan dengan pasar kerja. Keahlian dan skill yang dimiliki tidak akan berarti, jika lulusan ini tidak mampu memiliki softskill. Terutama, mampu bekerja dalam tim work, memiliki komitmen kerja yang tinggi dan tanggung jawab atas amanah kerja yang dibebankan,” terangnya.

Oleh karena itu, tambahnya, diyakini lulusan Unimed melalui kurikulum berbasis KKNI yang telah diterapkan sudah memiliki kompetensi yang diharapkan pasar kerja. Di antaranya, memiliki kompetensi terukur sesuai bidang keahliannya, mampu berbahasa inggris, memiliki kemampuan IT dan kependidikan ahli dalam mengembangan model dan media pengajaran.

“Melalui kompetensi tersebut, kita berharap lulusan Unimed dapat mudah menyesuaikan dengan pasar kerja dimana akan mengimplementasikan ilmunya untuk masyarakat luas. Ke depan, Unimed akan tetap fokus terhadap pengembangan pendidikan karakter guna menghasilkan generasi yang jujur, cerdas, tangguh dan peduli,” tukasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds