Hati-hati Beli E-Toll di Pintu Tol, Bisa Kena Tipu

Penjual E-toll Card di pintu tol kerap meresahkan karena diduga melakukan penipuan

Penjual E-toll Card di pintu tol kerap meresahkan karena diduga melakukan penipuan

POJOKSUMUT.com, MEDAN- Sekarang masuk jalan tol dan bayar tol mesti pakai e-toll card. Kewajiban ini diterapkan mulai 31 Oktober 2017 di semua gerbang jalan tol.

Kewajiban pengguna jalan Tol membayar dengan sistem e-Toll membuat penjual kartu e-Toll menjamur. Di sejumlah pintu masuk-keluar Tol, banyak penjual kartu e-Toll menawarkan daganganya ke sejumlah pengguna jalan tol.

Namun keberadaan para penjual itu ternyata meresahkan pengguna jalan tol. Sebab, mereka terkesan membohongi jumlah saldo yang ada dalam kartu tersebut.

“Tadi kami masuk pintu tol Tanjung Mulia Medan. Ada penjual memaksa kami membeli kartu e-toll. Sesudah saya beli baru ketahuan saldonya tidak sesuai,” kata Hendriko, seorang pengguna jalan tol, Kamis (22/2/2018).

Penjual saat itu mengatakan isi saldo e-toll yang dibelinya Rp50 ribu. Setelah dicek ternyata isinya cuma Rp10 ribu.

Merasa ditipu, Hendriko pun kembali menjumpai penjual kartu tadi. Namun penjual malah ngotot merasa tak bersalah.

“Kenapa abang beli tadi. Kan udah abang beli ya udahlah,” kata penjual itu kepada Hendriko.

Merasa persoalan ini perlu diadukan ke Jasa Marga, Hendriko mengadukannya ke petugas tol di lokasi.

“Iya bang, banyak kali yang udah kena tipu. Kami juga sudah meminta ini untuk ditertibkan,” kata petugas itu.

Untuk itu, Hendriko mendesak Jasa Marga beserta kepolisian benar-benar segera menertibkan.

“Ini sudah keterlaluan dan mengganggu. Kami minta Jasa Marga dan kepolisian menertibkan. Apalagi penjual tadi memakai-makai sebo penutup wajah. Apa maksudnya,” tukas Hendriko.
(pojoksumut/sdf)



loading...

Feeds