Divonis 1,5 Tahun, Jonru Ginting Teriak Takbir ke Arah Hadirin Sidang

Jonru Ginting
foto : twitter Jonru

Jonru Ginting foto : twitter Jonru

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Jon Riah Ukur (Jonru) Ginting, terdakwa kasus ujaran kebencian divonis hukuman penjara selama 1 tahun, 6 bulan. Ini diputuskan Majelis Hakim dalam sidang, Jumat (2/3/2018).

Mendengarkan vonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jonru tak gentar. Dia bahkan teriak hingga melompat.

“Allahuakbar kebenaran tidak bisa dikalahkan,” tegasnya seraya bangkit dari tempat duduk dengan wajah memerah usai Hakim Ketua Antonius Simbolon mengetuk palu tanda menutup jalannya persidangan seperti dilansir JawaPos.com.

Jonru melantangkan takbir itu sebanyak tiga kali mengarah kepada hadirin yang menyaksikan sidang tersebut.

Dalam vonisnya, hakim mengatakan Jonru terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan dan denda sejumlah lima puluh juta rupiah. Dengan ketentuan apbila tidak dibayar, diganti pidana kurungan selama tiga bulan,” ujar Ketua Majelis Hakim PN Jaktim Antonius Simbolon saat membacakan putusan.

Adapun yang meringankan vonis tersebut, Jonru merupakan kepala keluarga yang menjadi tulang punggung. Dia juga belum pernah dijatuhi pidana.

Sementara yang memberatkan, perbuatan Jonru telah meresahkan masyarakat. “Terdakwa tidak menyesal atas perbuatannya,” tukas Antonius.

Sekdar informasi, vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut pidana 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta kepada Jonru.

JPU menilai Jonru terbukti melanggar melanggar pasal 28 ayat (2) Jo. Pasal 45A ayat (2) Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo. pasal 64 ayat (1) KUHP. (dna/JPC/JPG/nin)



loading...

Feeds

27 Juni Bakal Jadi Libur Nasional

Menkopolhukam Wiranto menuturkan usulan menjadikan 27 Juni sebagai hari libur nasional datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU)