Kick Off Liga 1 Kemungkinan Diundur, Begini Tanggapan PSMS

Tim verifikasi meninjau tribun VVIP di Stadion Teladan, Senin (26/2/2018).
Foto : nin/pojoksumut

Tim verifikasi meninjau tribun VVIP di Stadion Teladan, Senin (26/2/2018). Foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Jadwal dimulainya alias kick off Liga 1 kemungkinan akan mundur dari agenda semula yang digadang 10 Maret 2018.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab bakal mundurnya Liga 1. CEO PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigorshalom Boboy, satu diantaranya perihal skinronisasi jadwal timnas.

Terkait, jadwal kickoff yang masih belum jelas, Tigor mengatakan situasinya sekarang masih menunggu. Dia menjelaskan kickoff 10 Maret 2018 masih konfirm 90 persen berjalan. “Tetapi ada 10 persen faktor lain itu yang masih belum clear,” ujarnya di sela-sela Manager Meeting Liga 1 di Hotel Sultan, Senayan, kemarin (1/3/2018).

Kompetisi 2018 kali ini disiapkan dalam 34 pekan. Namun, mengacu situasi yang ada saat ini, minggu padat (hampir setiap hari ada pertandingan) bakal berlangsung dalam enam pekan.

Sebab, pada Asian Games 2018 kompetisi dipastikan libur, sedangkan Pilkada di sejumlah daerah berpotensi juga mengganggu proses perizinan.

Sedangkan, pada akhir 2018 ini, Timnas Indonesia dihadapkan pada turnamen bergengsi di Asia Tenggara, AFF Cup. Itu semua menjadi perhatian kami PT. LIB dan juga PSSI sebagai pemegang kebijakan.

Dalam manager meeting kemarin, PT LIB mengundang 18 klub peserta Liga 1 untuk bertemu di Hotel Sultan, Senayan. Pertemuan sekaligus untuk seminar jelang Liga 1 musim 2018.

Dari 18 klub peserta Liga 1 musim depan, hanya 13 perwakilan yang datang ke acara. Antara lain, PSMS Medan, Bhayangkara FC, PS TIRA, PSIS Semarang, Persela Lamongan, Bali United, Borneo FC, Persipura Jayapura dan Perseru Serui.

Sembilan tim tersebut datang diwakili manajer dan asisten manajernya sekaligus.

Pertemuan membahas sejumlah agenda. Di antaranya, regulasi Liga 1 2018, tugas pokok dan fungsi manajer dalam pertandingan, juga rencana pengembangan perangkat pertandingan.

Tigor Shalom Boboy menjelaskan mulai tahun ini, seluruh manajer klub Liga 1 harus bersertifikasi. Ada konsekuensi logis yang harus diterima klub bila manajer mereka tidak mengantongi sertifikat. Denda Rp50 juta per pertandingan harus mereka bayar, karena manajer tidak bisa mendampingi di bench pemain.

Sementara itu, Sekretaris PSMS, Julius Raja mengatakan dirinya datang bersama Manajer PSMS Tengku Edryansyah Rendy. Dia menyebutkan jika nanti kick off mundur pihaknya akan lebih diuntungkan. “Bagi PSMS, sedikti lebih diuntungkan karena persiapan akan yang lebih baik. Terutama soal Stadion Teladan yang akan siap pakai,” ujarnya kepada Pojoksumut.com, Jumat (2/3/2018).

Pun demikian, mundurnya jadwal akan memberikan sisi negatif. “Hanya saja cuma costnya atau biaya bertambah lagi dari sisi keuangan,” timpalnya,

King-sapaan akrabnya, kehadirannya dalam pertemuan PT LIB juga menjelaskan hasil verifikasi Stadion Teladan, dimana saat ini kekurangan pencahayaan saat verifikasi final sudah dipenuhi. “Lampunya sudah baru yang 80 lampu sudah diganti,” ungkapnya.

Hasil manager meeting tersebut, kata King akan dibahas dalam RUPS PSMS tanggal 8 Maret 2018. Mengingat banyak hal lainnya yang harus didiskusikan, misalnya soal law of games. (nap/JP/nin/pojoksumut)



loading...

Feeds