Kejar Akreditasi A, UMA Targetkan 50 Persen Mahasiswa Lulus 4 Tahun dan IPK 3,00

Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan bersama jajarannya mengungkapkan target UMA ke depan, Sabtu (3/3/2018).
Foto : fir/pojoksumut

Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan bersama jajarannya mengungkapkan target UMA ke depan, Sabtu (3/3/2018). Foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Universitas Medan Area (UMA) tengah menuju peningkatan akreditasi institusi yang unggul atau A. Untuk itu, universitas yang kini menyandang akreditasi B tersebut terus meningkatkan kualitas pendidikan tingginya.

Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc mengungkapkan, untuk menjadi universitas yang unggul atau memperoleh akreditasi A harus memiliki parameter. Artinya, pencapaian keberhasilan itu tentunya harus terukur.

“Ukuran saya sederhana, mahasiswa UMA harus lulus tepat waktu dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00,” ungkapnya didampingi Kabag Humas Ir Asmah Indrawati MP, seusai memperkenalkan wakil rektor (WR) yang baru, Sabtu (3/3/2018).

Adapun para wakil rektor UMA yang baru periode 2018-2022 antara lain, WR I Bidang Akademik Dr Ir Siti Mardiana MSi, WR II Bidang Administrasi Dr Utary Maharany Barus SH MHum, WR III Bidang Kemahasiswaan Muazzul SH MHum dan WR IV Bidang Kerjasama Ir Zulheri Noer MP.

Prof Dadan menjelaskan, UMA memiliki visi dan misi tahun 2025 menjadi universitas unggul di bidang akademik, ilmu pengetahuan dan teknologi, yang menghasilkan lulusan inovatif, berkepribadian dan mandiri. Oleh karena itu, peran wakil rektor dituntut mampu bekerjasama dengan baik dan rasa kekeluargaan mengimplementasikannya dapat terukur.

“Penerapan parameter tersebut sangat berat dilaksanakan 100%. Untuk itu, paling tidak atau minimal 50% mahasiswa UMA lulus tepat waktu dengan IPK 3,00. Apabila dua hal tersebut dilakukan dengan baik dan didukung faktor lainnya menunjang akreditasi, tentunya akan mendapatkan nilai A,” sebutnya.

Sementara, WR II Bidang Administrasi Dr Utary Maharany menambahkan, untuk menghasilkan lulusan minimal IPK 3,00 tidak terlepas dari akademik. Dengan kata lain, harus didukung oleh dosen atau staf pengajar. Oleh karena itu, para dosen diharapkan melanjutkan studi S3 atau doktor. Tak hanya itu, saja kegiatan ilmiah juga semakin ditingkatkan.

“Untuk mendukung peningkatan dosen, pihak Yayasan Pendidikan H Agus Salim sudah memfasilitasi studi lanjut program S3. Dalam waktu dekat ini sudah tahap penyelesaian studi. Kemudian, persoalan karir dan kepangkatan dosen juga ditingkatkan,” tuturnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

27 Juni Bakal Jadi Libur Nasional

Menkopolhukam Wiranto menuturkan usulan menjadikan 27 Juni sebagai hari libur nasional datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU)