Kemenag Keluarkan Surat Edaran Pengamanan Masjid dan Musala

ilustrasi
foto : pixabay

ilustrasi foto : pixabay

POJOKSUMUT.com, MARAKNYA kasus kekerasan terhadap pemuka agama, membuat Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan surat edaran pengamanan masjid dan musala.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin menampik jika surat edaran itu merupakan respons berlebihan dari pemerintah.

Ada lima perhatian penting dalam surat edaran tersebut. Seperti pengurus atau pengelola masjid atau musala untuk berkoordinasi dengan keamanan setempat untuk peningkatan keamanan. “Mulai dari unsur RT/RW, lurah, camat, sampai kepolisian,” kata Amin di Jakarta kemarin.

Kemudian pengurus juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu surat edaran itu mengimbau supaya pengurus untuk mewaspadai setiap jemaah yang tidak dikenal atau mencurigkan. Caranya dengan menegur yang bersangkutan dengan tetap menjaga keramahan serta sopan santun. Selain itu, pengurus juga diminta untuk melaporkan perkembangan situasi keamanan dan setiap kejadian gangguan keamanan kepada pihak kepolisian.

Amin menjelaskan, surat edaran itu dikeluarkan atas dasar peristiwa atau kasus tindak kekerasan dan penganiayaan kepada pemuka agama. “Menurut kami lebih baik waspada daripada sudah kena,” jelasnya.

Dia mengatakan surat edaran tersebut sudah disampaikan ke penyuluh agama Islam di seluruh Indonesia.

Kepada seluruh pengurus masjid dan musala, Amin berpesan supaya tetap menjaga kemakmuran masjid serta musala. Menjaga kemakmuran itu terutama menjaga keamanan iman dan tokoh agama setempat.

Sebelumnya, Menag Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan di tengah sejumlah kasus kekerasan kepada pemuka agama, warga tetap waspada tetapi jangan terprovokasi.

 

Dia mengaku, dalam setiap mendapatkan kabar kekerasan kepada tokoh agama, masyarakat dihimbau untuk mengutamakan budaya tabayyun atau mengecek kebenarannya.
Lukman mengamini, umat beragama agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan dan keamanan para pemuka agamanya. Selain itu juga menjaga rumah ibadah masing-masing. Dia tidak ingin umat beragama ikut menyebarkan berita-berita palsu atau hoax. Dimana berita hoax itu malah bisa membenturkan antarsesama umat beragama. (wan/JPG)



loading...

Feeds