8 Ninja Sawit dan Penadah Diringkus, Modusnya Nyamar Jadi Pengembala Ternak

Kapolda Sumut melihat barang bukti sawit yang dicuri pelaku. 
Foto : IG Poldasumaterautara

Kapolda Sumut melihat barang bukti sawit yang dicuri pelaku. Foto : IG Poldasumaterautara



POJOKSUMUT.com, MEDAN-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut mengungkap sindikat ninja sawit dan penadahnya di Kabupaten Simalungun. Dari pengungkapan ini sebanyak 6 pelaku dan dua penadahnya ditangkap di tiga lokasi berbeda.

Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan Subdit IV/Tipiter yang berawal dari adanya laporan pihak PTPN IV.

Dari penyelidikan, polisi pun menggerebek Gudang UD Risky di Desa Baja Dolok, Tanah Jawa Simalungun. Alhasil, polisi mengamankan tiga tersangka antara lain berinisial IS dan dua penadah, NL dan ISM.

Kemudian polisi menggerebek UD Pengusaha Muda di Desa Sibagisat, Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun. Polisi mengamankan pengelola lokasi inisial AS dan dan seorang ninja sawit.

Selanjutnya, polisi menggerebek Gudang UD Mandiri, Desa Patonduhon, Kabupaten Simalungun dan mengamankan pengelola lokasi inisial NS.

“Dari pengungkapan kasus ini, kami menyita 13 ton tandan buah sawit dan uang kontan sebesar Rp157 juta lebih. Selain itu, turut disita perlengkapan untuk mencuri seperti sembilan batang alat dodos, empat kapak, dua unit timbangan, satu kendaraan alat angkut dan kayu,” ungkap Waterpauw dalam keterangan pers di Mapolda Sumut, Senin (5/3/2018).

Ia menuturkan, aksi pencurian sawit ini sudah berlangsung cukup lama. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp15,6 miliar.

Sementara, Direktur Direskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Toga Panjaitan menjelaskan, dalam menjalankan aksi pencurian itu, para pelaku kerap menyamar sebagai pengembala hewan ternak dan pengumpul rumput yang mencuri tandan buah sawit milik PTPN IV.

“Para pelaku menggunakan modus mencampur sawit hasil curian dengan milik masyarakat, selanjutnya dijual kepada penadah kecil dan besar. Dari keterangannya, para pelaku sudah menjalankan aksi itu selama 8-10 tahun,” cetus Toga. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds